32

20.2K 1.5K 191
                                        

Vote + Comment 😡🫵🏻
2,1k words

Vote + Comment 😡🫵🏻2,1k words

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat ini kepala Jion tertunduk dengan matanya melirik kesal pada Shan yang duduk di sisinya, "Tidak berguna

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Saat ini kepala Jion tertunduk dengan matanya melirik kesal pada Shan yang duduk di sisinya, "Tidak berguna." Decaknya di dalam hati.

"Kami sudah hampir dua minggu disini! Dan apa-apaan!? Wajah kalian sama sekali tak da!?"

"Kau, Jion!? Kenapa sama sekali tak pernah mengangkat teleponku, hah!? Kau tak membutuhkan ibu lagi, begitu!?

Ditengah omelan ibu prianya itu, diam-diam kaki Jion dibawah sana menyenggol kaki Shan, "Lakukan sesuatu," Bisiknya tanpa suara sedikitpun saat Shan meliriknya. Detik kemudian Jion mengumpat dalam hatinya ketika mendapati Shan justru mengedikkan bahunya, padahal tujuan ia membawa Shan untuk mengintimidasi ibunya itu agar tak banyak bicara.

"Siapa yang kau bawa ini?" Ibu Jion mendekat, ia jemarinya mengambil dagu pria yang duduk di sebelah Jion itu. Sang ibu itu mengangkat satu alisnya, kala ia bertemu tatap pada manik legam milik Shan.

"Pasanganmu, Jion?" Tanyanya pada Jion yang sudah tegang karena ibunya yang semena-mena itu.

"Kau..." Omega pria yang lebih tua itu memicingkan matanya menelaah. "Apa kau sama sepertiku, Omega dominan?"

Jion menghela nafasnya, ia menarik lengan ibunya itu untuk melepaskan tautannya pada wajah Shan yang tampak datar. "Ibu, sudahlah-"

"Aku Alphanya Jion."

"APA!?"

"HAH!?"

Tak hanya si ibu yang terkejut akan tuturan ringan dari pria bersurai legam itu, Jion juga. Teralih tangannya yang sebelumnya menyingkirkan lengan ibunya, kini beralih menarik kerah Shan, ia menatap garang tepat dihadapan Shan. "Aku yang Alphanya." Tekannya mengoreksi.

Shan abai, ia memilih untuk menatap pada ibu Jion. "Kalau begitu, aku Enigmanya." Koreksinya. Barulah ia menanggapi Jion, ia menyingkirkan tarikan Jion pada kerahnya,

"Tenanglah. Bukannya lukamu masih sakit, Alpha?"

Sang ibu hanya bisa terkesiap. Apa yang terjadi pada anak bungsunya itu ketika tak berada di pengawasannya. Dan apa yang ia dengar barusan? Pria itu mengaku sebagai Alpha anaknya yang merupakan seorang Alpha juga?

OmegamdeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang