29

18.8K 1.6K 127
                                        

Vote + Comment😡🫵🏻

Vote + Comment😡🫵🏻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah banyak membuang waktu, akhirnya disinilah Shan berada, rasanya dejavu melihat bangunan yang belum jadi

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Setelah banyak membuang waktu, akhirnya disinilah Shan berada, rasanya dejavu melihat bangunan yang belum jadi. Dengan ringannya ia membawa langkahnya masuk ke dalam sana. Hingga ia menghentikan langkahnya serta alisnya terangkat satu membuat kesan remeh.

"Dimana kau sembunyikan putraku!?"

Berang lantang langsung menyambutnya, ekspresi Shan sama sekali tak berubah, ia terlihat acuh dengan jawaban dari pertanyaan yang ia sebabkan. Tepat dihadapannya ada seorang wanita yang tubuhnya tentu lebih kecil dibanding dirinya.

"Apa yang membuatmu yakin kalau aku yang menyembunyikan putramu, nyonya Hwang? Terlebih berhenti mengirimiku pesan ataupun email, itu mengganggu."

Jarak berdiri mereka cukup jauh, dan Shan sadar tidak hanya mereka berdua yang berada disana.

Netra nyonya Hwang memerah tenggelam dalam kemarahan. "Kau!?" Jari telunjuk mengacung amarah pada Shan, "Kontak terakhirnya yang menghubungi dia adalah kau!?" Tudingnya nyalak.

"Aku hanya membicarakan perihal bisnis." Balas Shan tenang, berbanding balik dengan lawan bicaranya.

"Berhenti berbohong! Kau..! Anak muda sombong, hanya karena kau memegang satu perusahaan bersama dengan saudaramu itu, bukan berarti kau bisa seenaknya merendahkan putraku! Saat kau menarik saham pada perusahaan kami, dia mengurung diri karena suamiku yang marah padanya-"

"Itu bukan urusanku." Shan menyela tuturan panjang lebar itu.

Nyonya Hwang bergeram, tangannya terkepal erat hingga telapaknya tertusuk dengan kukunya sendiri. "Lakukan!" teriaknya kemudian, memberi isyarat.

Saat derap langkah mulai mengelilinginya, Shan sama sekali tak bergeming. Ia dikelilingi yang ia tebak itu berstatus Alpha, dan juga menodongkan senjata api padanya.

"Bukankah senjata api ilegal di negara ini, nyonya?" Shan menatap lurus pada wanita yang mengaku sebagai ibu dari Hwang. "Lalu? Bukti apa yang kau punya menuduhku atas hilangnya Sam Hwang itu?"

OmegamdeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang