🚫 𝐃𝐨𝐧'𝐭 𝐩𝐥𝐚𝐠𝐢𝐚𝐫𝐢𝐳𝐞 𝐭𝐡𝐢𝐬 𝐰𝐨𝐫𝐤𝐬.
Sungjake | ABO | Enigma x Alpha.
Takdir.
Takdirnya diubah oleh dia yang memiliki kuasa, lika-liku kehidupannya dipaksa berbeda.
Ini kisah seorang Alpha yang bertemu dominannya, seorang Enigma.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Hari berlalu begitu saja tanpa terasa, segala ambruk yang terjadi pada tubuh Jion sudah tak terasa lagi. Menghabiskan waktu seminggu lamanya hanya untuk dirinya bisa beraktifitas seperti biasanya.
Shan pun menjalani kesibukan seperti biasanya untuk pergi bekerja di pagi hari dan kembali di sore hari, setelahnya Jion yang sudah bugar itu.
Namun, pada hari ini pria berstatus Enigma itu masih terlelap di pagi hari. Bahkan, kali ini Jion yang lebih dulu terbangun, membuat si surai pirang itu kebingungan.
"Kau tak bekerja?" Tanyanya dengan suara khas bangun tidur yang hanya ditanggapi dengan deheman berat.
Jion berdecak dalam hatinya, padahal hari ini ia akan keluar bersama Sazel. Jika pria ini berada dirumah akan sulit keluar karena dirinya akan tak diberi izin.
Dan saat seperti inilah ia harus bertingkah seperti anak baik. Memikirkan itu membuat Jion malas.
"Shan, selamat pagi." Ia mengecup singkat pipi si empu yang masih memejamkan matanya.
Lalu ia berlarian kecil untuk melarikan diri dari tingkah memalukannya.
Jion mencuci wajahnya untuk menyegarkan dirinya, lantas memandangi dirinya di pantulan cermin. Kemudian berdecak, "Tsk! Kenapa ia tak bekerja." Gerutunya.
Mengingat tabiat Shan yang sangat sulit membebaskan dirinya, tentu Jion akan berdecak ketika pria itu terus akan berada di rumah.
Hinggalah waktu berlalu, menghabiskan 2 jam hanya untuk Jion berpikir bagaimana cara dirinya agar bisa keluar tanpa kekangan Shan.
Dan pada akhirnya ia menyerah, lebih memilih untuk menanyakan langsung pada si tuan besar yang memegang kendalinya. Dibanding dirinya berakhir dibawah amarah Shan, lebih baik ia merayu pria itu agar membiarkan dirinya pergi.
"Shan.. Hey," Cicitnya sedikit ragu memanggil Enigma itu yang tampaknya masih terlelap. Jion berpikir, 'Mungkin pria ini mengambil cuti untuk tidur sepanjang hari.'