24

20.5K 1.6K 201
                                        

Vote + Comment😡🫵🏻

Vote + Comment😡🫵🏻

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kenapa?' Sepatah pertanyaan itu terus berputar dibenaknya,

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Kenapa?' Sepatah pertanyaan itu terus berputar dibenaknya,

"Heug! Hooek..."

Kenapa, dirinya terus-terusan mual seakan perutnya itu memakan sesuatu yang salah. Ia lelah terus bolak-balik toilet. Bahkan, sekarang ini Jion lebih memilih duduk disamping closet, hanya karena ia lelah untuk terus bolak balik.

Matanya bergulir lemas ketika Shan mendatanginya, dan ia memilih abai. Hingga, telapak milik pria itu menarik pelan lengannya, "Jangan duduk disitu, dingin. Kau bisa sakit."

Kau yang menyakitiku.

Matanya itu meneduh hingga bulu matanya merunduk, ia memikirkan bagaimana tengkuknya di penuhi luka gigitan yang dilakukan pria di hadapannya itu.

Apa yang harus ia lakukan? Ia tak mau berada disekitar pria ini.

"Jion."

Panggilan atas namanya membuat kesadarannya kembali, Jion mendongak untuk melihat wajah Shan.

"Gendong aku." Pintanya dimanjakan.

Satu alis Shan sempat terangkat satu, sebelum kembali biasa dan ia menuruti pintaan Jion. Menggendongnya dengan mengangkat antar lutut serta punggungnya, ala pengantin.

Shan membawa prianya itu untuk duduk di sofa, lantas menaruhnya pelan untuk duduk di sofa itu.

"Ada yang kau butuhkan?" Tanyanya kemudian.

"Kau."

Shan menggerakan tangannya untuk menyibak surai Jion, hingga dahinya terpampang purna, "Apa yang kau butuhkan dariku?"

"Hanya kau, Enigma."

"Aku akan disisimu."

Jion memejamkan erat matanya ketika rasa Shan mendekat untuk mencium singkat pada dahinya.

Sebenarnya ia tak mengerti sama sekali sifat pria itu, saat ini terlihat begitu lembut, tapi di saat yang lain akan seperti iblis yang tak segan memperlakukannya dengan kejam. Jion tak pernah mendapatkan jawabannya, terlebih jawaban dari, kenapa ia bisa terjebak dengan Shan segininya.

OmegamdeTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang