🚫 𝐃𝐨𝐧'𝐭 𝐩𝐥𝐚𝐠𝐢𝐚𝐫𝐢𝐳𝐞 𝐭𝐡𝐢𝐬 𝐰𝐨𝐫𝐤𝐬.
Sungjake | ABO | Enigma x Alpha.
Takdir.
Takdirnya diubah oleh dia yang memiliki kuasa, lika-liku kehidupannya dipaksa berbeda.
Ini kisah seorang Alpha yang bertemu dominannya, seorang Enigma.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Gertakan gigi beserta rahangnya yang mengeras ketika mendapati kamarnya kosong, ditambah dengan jendelanya yang dipecahkan.
Shan bergeram, Jion masih saja bebal. Ditangannya saat ini sudah ada sekantung yang berisi beberapa salep yang sesuai dengan deskripsi pria kecil itu sebelumnya, dan dikantung satu lagi berisi makanan manis untuk menebus kesalahannya yang ia kira dirinya salah pahamnya.
Nyatanya pahamnya itu sama sekali bukan kesalahan.
Ia melangkah pada sisi jendela itu, tatapannya sama sekali tak biasa tersirat menggebu disana.
"Pergilah sejauh mungkin, pada akhirnya kau akan kembali padaku. Kita terikat, Jion, mate."
- Omegamde -
Derap langkah cepat ditengah keramaian. Jelas sekali wajahnya kelelahan, ia tak pernah membuang tenaganya untuk melarikan diri dari seseorang. Itu bagai momok baginya, sesekali ia akan menoleh kebelakang memastikan tidak akan ada yang menangkapnya lagi.
Semua mata akan memandang padanya, rupanya saat ini menarik atensi orang yang berpapasan padanya. Dia tak menggunakan alas kaki, baju kebesaran ditambah celana pendek yang bahkan tak sampai lutut, itulah sebabnya. Dan juga wajahnya yang kacau disertai bibirnya yang sedikit bengkak.
Hingga langkahnya itu tiba ditempat tujuannya, Arkz bar. Ia mencari motor miliknya yang ia beri nama meri, namun itu nihil. Tidak ada sama sekali di penglihatannya.
Jion berdecak. "Apa meri dicuri?" Kesalnya, lantas ia menatap pada bar, ia akan masuk kesana.
Masuklah kedalam sana, dentuman musik langsung menyapa pendengarannya, serta berhasil menarik atensi beberapa orang padanya. Jion mengabaikan semuanya, ia lebih dulu melangkah pada bartender yang sedang meracik pesanan pelanggannya.
"Nicho!" Panggilnya tak santai
Si empu yang dipanggil pun cengo, selain suaranya yang menggelegar, dia juga menggunakan pakaian yang bisa saja mengundang seseorang untuk menerkamnya.