38 - Benang sari & putik (2) 🔞

35.2K 1.5K 245
                                        

Vote + Comment😡🫵🏻
2,5k word

Vote + Comment😡🫵🏻2,5k word

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Menikmati waktumu, sayang?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Menikmati waktumu, sayang?"

Jion terdiam.

Apa yang baru saja ia dengar? Enigma itu memanggilnya 'Sayang'?

Tak lama, terasa Shan yang mencoba untuk mengendus ceruk lehernya, Jion dengan reflek memberikan akses.

"Kau sudah selesai hibernasi? Kukira kau mati dikamar ini." Ketus Jion, ia masih sebal.

"Tak mungkin aku mati meninggalkan mate kesayanganku ini."

Oh syit men, ada apa dengan Shan malam ini.

Setiap perkataannya mampu membuat Jion merasakan geli pada perutnya, seakan ada kupu-kupu yang menguar di perutnya itu.

"Le-lebih ba-ik kau kembali hibernasi." Gagap Jion. Jika dilihat secara langsung, maka akan terlihat pipinya sedikit bersemu.

"Nguarkan feromonmu." Titah Shan.

Jion sempat bingung, tapi itu hanya pinta ringan untuk mneguarkan feromonnya. Maka, malam itu lelap mereka dengan Shan mendekap erat tubuh Jion, serta ditemani aroma Jion yang menjadi aroma terapi mereka.

• • •

Pagi hari tiba, lengan Sang Enigma masih melingkar apik pada pada Si Alpha. Jion terbangun lebih dulu karena merasa kebas karena tak bergerak selama tidurnya dari semalam.

Ia sedikit menoleh ke baliknya memandang wajah Shan yang masih terlelap, "Kau tak pergi bekerja lagi?"

Tampak wajah Shan yang berkerut, seraya semakin erat melingkar tangannya pada tubuh Jion.

Jion menghela nafasnya malas. "Serius. Lepaskan Shan, aku kram." Ia menggeliat mencoba melepaskan diri, "Lepaskan aku."

Tapi lengan kokoh itu sama sekali tak mengindahkannya. Ia berbalik, "SHAN!" melontarkan kesalnya langsung pada wajah tampan Shan itu. Disaat itu jugalah Jion terdiam dengan wajahnya berubah bingung, nafas Shan terasa sangat hangat, bahkan hampir seperti panas. Lantas, ia meletakan punggung tangannya pada dahi Shan untuk memastikan.

OmegamdeCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang