haiiii~
Agak deg degan si sebenarnya karena ini projek PDF pertama (mungkin juga terakhir wkwk)
Setelah menunggu cukup lama akhirnya ready juga. Paling tinggal revisi tipis-tipis untuk merapikan filenya dan beberapa tambahan di bab akhir.
Dan- ini merupakan reveal chapter.
Informasi mengenai PDF ini akan tersedia tepat dibagian bawah chapter ini. Jadi~ baca dan scroll sampai bawah, hihi
Happy reading~
.
.
.Suasana pagi hari disebuah kediaman bergaya Mediterania tampak sangat tenang. Gemericik air yang berasal dari kolam ikan yang cukup luas dibawah sana sudah seperti petikan melodi alam yang menambah suasana syahdu dipagi yang damai.
Seorang pria berbalut kemeja baby blue dengan lengan kemeja yang digulung sampai siku duduk di atas kursi kayu dengan secangkir teh ditangannya, kepulan uap tipis menari menguarkan aroma melati yang pekat.
Sudut bibirnya terangkat samar, ah, sudah lama ia tidak menemukan pagi seperti ini lagi semenjak—
“—MATI KAU LAN ZHAN!”
Pekikan yang berasal dari kamar dibelakangnya serta Merta membuyarkan pagi damai yang baru Wangji cecap sesaat. Disusul debuman cukup keras ketika sebuah benda menabrak kaca sliding door yang menjadi penghubung antara kamar dan balkon tempat dirinya bersantai.
Ketika menoleh, ia bisa melihat seorang pemuda tanpa busana menatap murka padanya, juga seonggok boneka Teddy yang tergeletak mengenaskan disamping sliding door.
Wangji menghela napas.
Baiklah, pagi yang tenang dan damai mungkin tidak akan pernah ia dapatkan lagi semenjak dirinya memutuskan untuk menikahi seorang pemuda berperangai luar biasa yang saat ini sudah bersiap melayangkan ucapan cinta padanya.
Brak!
Pintu sliding door digeser kasar, pemuda yang masih betah bertelanjang itu langsung menghunus ujung jarinya ke arah Wangji yang masih tak beranjak seinchi pun dari tempatnya semula.
“Sudah berapa kali kubilang untuk tidak meninggalkan tanda bodoh ini ditempat terbuka seperti ini!!” ia menunjuk lehernya yang sudah dihiasi dua buah tanda cinta berwarna merah merona.
Dadanya terlihat naik turun, mungkin akibat menahan emosi yang sudah diubun-ubun.
“bagaimana aku harus menjelaskan hal ini pada Jiang Cheng dan yang lainnya?! Kau tau aku sudah kehabisan alasan hanya karena kau dan birahi tak terkontrol milikmu!” pekiknya masih dengan rasa jengkel membumbung tanpa merasa perlu mengontrol bahasanya yang terlampau vulgar.
Oh, apa ia perlu memikirkan itu sementara orang yang ada di depannya tak lebih dari sekantong hormon berjalan?!
Lihat bagaimana pria itu yang hanya tersenyum santai untuk menanggapi kemurkaannya. Lan Wangji, tanpa merasa bersalah sedikitpun hanya menyesap pelan teh miliknya, “kupikir kau juga menikmatinya.” Tanggapnya santai.
Ia meletakan cangkir tehnya, dan tanpa aba-aba menarik tubuh telanjang Wei Wuxian sampai jatuh ke atas pangkuannya. Pemuda itu menggeliat berusaha meloloskan diri, tangan kurusnya memukul-mukul pundak Wangji brutal, “lepaskan aku dasar hentai!”
“yang kau panggil hentai ini adalah suamimu, anak kecil.”
“a anak kecil?! Siapa yang kau panggil anak kecil, paman mesum?”

KAMU SEDANG MEMBACA
Chateau de Wangxian
Kurzgeschichtenpenggalan kisah pendek Wangxian di era modern. Alternative Universe. disclaimer: I own nothing, whole characters inside are belong to MXTX