Yo, balik lagi dengan cerita super random.
Sebenarnya, ingin lanjutin yang lain. Tapi entah kenapa lagi gak ada mood.
Jadi, sabat aja weh :v
.
.
Sekumpulan anak muda hits bertitel mahasiswa paling populer dari kampus bergengsi di Cina tengah asik nongkrong di kantin kampus yang cukup ramai.
Pemuda yang terdiri dari Jin Zixuan yang merupakan seorang mahasiswa dari kelas bisnis semester 4, Xue Yang si junior tengil dari fakultas seni, Jin Guangyao semester 4 jurusan ilmu politik dan filsafat, dan Wen Xu merupakan yang paling senior diantara empat pemuda lainnya, semester tujuh dari fakultas hukum.
Keempat pemuda itu asik ngobrol ngalor ngidul, entah menggosipkan tentang sistem pemerintahan yang amburadul, masalah tatanan hukum negara yang perlu banyak dibenahi disana sini, sampai merencanakan perekonomian serta pengembangan industri hiburan negara mereka dimasa depan-
Oh yeah, maklum saja dengan pembahasan mereka yang agak- sangat berat. Bagaimana lagi, keempatnya memang dikenal sebagai mahasiswa jenius yang berpikir diatas normal.
Beberapa dosen bahkan memilih menjauh daripada harus mendengar percakapan empat mahasiswanya yang malah semakin menambah beban hidup, LOL
Para mahasiswi seringkali berebut perhatian, berharap salah satu dari mereka akan melirik dan jatuh cinta.
Namun bahkan, untuk seukuran model seksi seperti Wang Linjiao saja bisa mereka abaikan dengan mudah.
Satu-satunya wanita yang bisa membaur dengan mereka hanyalah Wen Qing, si mahasiswi kedokteran sekaligus sepupu Wen Xu.
Selebihnya, mereka sama sekali tidak tertarik.
Motto hidup mereka bahkan sudah dipatenkan, romantisme adalah sumber dari segala kebodohan.
Selama bertahun-tahun mereka menjaga motto itu sampai-
Dihari yang membosankan seperti biasanya, dimana suasana kantin selalu bising oleh celotehan tak berbobot dari mahasiswa yang selalu mengoceh ini itu, empat mahasiswa jenius kita terlihat lebih tenang dari biasanya.
Jin Guangyao dengan buku ditangannya, dan lainnya menikmati makan siang dalam sunyi.
Belum ada topik menarik yang harus dibangun.
"Bolehkah aku duduk disini?"
Satu suara lembut memecah fokus mereka.
Keempat pemuda itu menoleh, dan mendapati sosok mungil bermantel cokelat berdiri menatap mereka dengan mata berbinar polos dan cengiran lebar.
Xue Yang bahkan tanpa sengaja menjatuhkan sendok ditangannya dengan mulut terbuka ketika dua irisnya nenatap penuh keterpesonaan pada sipemuda asing dihadapannya.
Wow, darimana makhluk imut ini berasal?
"T tentu saja, silahkan, disini." Jin Zixuan adalah yang pertama sadar, ia langsung menggeser kursi dari meja lain dan menempatkannya disamping kursinya.
"Sini, kubawakan tasmu." Jin Guangyao, si kalem yang semula tenggelam dalam bukunya kini mengambil alih tas pemuda imut itu.
"Terimakasih." Pemuda asing itu mengangguk, ia menduduki kursi yang disiapkan Jin Zixuan lalu tersenyum ramah pada empat pemuda yang menatapnya dengan mata melotot.
Owh, sepertinya pesona si imut sudah mengambil alih kewarasan empat jenius kita.
Lupakan soal motto yang mereka junjung tinggi, nyatanya sosok manis ini bisa meruntuhkannya dalam hitungan detik.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chateau de Wangxian
Cerita Pendekpenggalan kisah pendek Wangxian di era modern. Alternative Universe. disclaimer: I own nothing, whole characters inside are belong to MXTX
