self assure

3.6K 454 66
                                    

Hai, ditengah pertimbangan saya untuk beristirahat selama beberapa waktu, saya memutuskan untuk memberi 'hadiah kecil' untuk teman-teman yang selalu mendukung saya.

Selamat membaca, semoga selalu bahagia😄

.
.

"Lan Zhan, apa kau mencintaiku?"

Aku tidak tau, sudah berapa kali aku bertanya hal serupa pada pria yang sudah menemaniku selama hampir sepuluh tahun ini.

Aku hanya merasa, jika aku tidak bertanya tentang itu, maka aku merasa terbuang.

Aku, merasa cemas pada hal yang sebenarnya hanya ada dalam kepalaku, aku tau.

Hanya saja, sangat sulit untuk berhenti berpikir seperti itu.

Tuk

Ia menutup buku yang ada ditangannya cukup kasar, pada saat itu aku merasa jantungku berdebar tak wajar.

Kepalaku menerka-nerka, bagaimana ia akan menjawabnya sekarang?

Apa ia mulai muak karena aku sering kali menanyakan hal serupa? Apa ia akan membenciku yang terkesan meragukan perasaannya?

Tanpa sadar aku menahan napas untuk waktu yang cukup lama, tenggorokanku tiba-tiba terasa kering ketika aku tidak bisa menghentikan pikiranku yang berasumsi terlalu jauh.

Hal yang sangat menggangguku akhir-akhir ini adalah bahwa aku tak hisa mengendalikan diri untuk berhenti memikirkan kemungkinan buruk pada setiap hal.

Aku menyadari, bahwa aku selalu memikirkan skenario paling buruk daei setiap hal yang aku lakukan atau aku pikirkan.

Sama halnya seperti saat ini, ketika aku menatap irisnya yang tak ubahnya embun beku, begitu dingin dan menohok.

Aku mencoba meraba apa yang mungkin ia pikirkan, atau menarik kesimpulan dari keterdiamannya sebagai sesuatu yang baik,

Akan tetapi, aku hanya seperti berjalan dilingkaran sempit.

Semuanya kembali pada titik terburuk yang hisa kubayangkan.

"Tidak."

Singkat, dingin, menusuk.

Tanpa sadar meremas buku ditanganku hingga robek.

Aku melepaskan hembusan napas berat dengan sudut-sudut mataku yang sudah memerah, emosi yang tiba-tiba meledak didalam diriku membuatku hampir kehilangan pijakan.

Disaat aku hampir jatuh dalam jurang depresi yang kian dalam dan gelap, Lan Zhan merengkuh tubuhku dengan sangat erat, namun juga penuh kehati-hatian.

Ia memperlakukanku seolah aku adalah benda yang sangat rapuh, yang akan hancur jika ia menekannya terlalu kuat.

Sisi emosionalku diaduk hingga tangisku pecah dalam pelukkannya.

"Apa kau berharap aku mengatakan itu?" Suaranya mendayu lembut, membelai telingaku yang memerah akibat rasa panas dari perasaan yang teraduk kacau dalam diriku.

Chateau de WangxianTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang