Happy reading^^
.
.
Lan Wangji baru saja tiba di LA, negara dimana ia akan bertugas selama tiga bulan kedepan.
Negara dimana Wei Yingnya memilih untuk berpisah dengannya berada.
"Dokter Lan?"
Seorang pria dengan jas hitam menyambutnya begitu ia keluar dari gerbang terminal kedatangan, Wangji mengangguk dan menyambut uluran tangan pria paru baya itu, "saya Steve, Tuan Nie menugaskan saya untuk menjemput anda." Katanya ramah, membimbingnya menuju mobil yang telah terparkir didepan bandara.
Sementara Tuan Steve mengoceh tentang ini itu, pikiran Lan Wangji terbang tak tentu arah.
Ia memikirkan tentang kemungkinan pertemuannya dengan Wei Wuxian ditempat ini.
Apakah itu akan terjadi?
Lalu apa yang akan ia lakukan jika mereka bertemu? Lan Wangjipun tak bisa menebak.
Apakah ia akan berlari memeluknya atau merasa marah atas delapan tahun dalam penyiksaan bernama rindu.
Ia tak mau memikirkan apa saja yang dilakukan Wei Wuxian selama delapan tahun ini.
Apa ia merasakan hal yang sama seperti dirinya?
Atau malah bersenang-senang dengan kehidupan barunya.
Lan Wangji merasa akan gila dengan hanya memikirkannya.
Ia memilih memejamkan mata dan menepis semua itu. Wangji tak ingin memikirkan apapun.
.
.
"Kudengar Wangji akan bertugas dikota ini." Wei Changze berujar lirih, menghentikan gerakan tangan wanita cantik yang tengah melipat pakaian putera semata wayangnya dan menyusunnya kedalam tas hitam. Kedua matanya menatap cemas pada sang suami, ia tak mengatakan apapun, bibirnya terkatup rapat dengan air mata yang tiba-tiba saja meleleh.
Changse Sanren tak sanggup mengatakan apapun, dirinya hanya berharap bahwa semua hal akan baik-baik saja.
Bahwa Lan Wangji, tak akan bertemu dengan puteranya.
Wei Changze menghampiri istrinya dan menghapus air matanya lembut, "semuanya akan baik-baik saja." Katanya, memeluk tubuh istrinya yang ditelan gemetar.
Dirinyapun merasa kalut.
Bagaimana jika mereka bertemu kembali?
Apa yang harus ia jelaskan?
Semua hal terjalin rumit dalam kepalanya.
"Papa."
Wei Changze buru-buru melepaskan pelukannya, merubah mimik mendungnya lalu tersenyum pada Wei Wuxian yang baru keluar dari kamar mandi, ia menghampiri puteranya yang tampak kebingungan, "A Xian, sudah selesai?"
Pemuda itu mengangguk, "Mn, tapi sepertinya aku menghilangkan kalungku, papa dan mama kembali kemobil duluan, aky akan menyusul."
"Mama akan membantumu mencarinya." Changse Sanren hendak beranjak dari duduknya namun segera ditahan Wei Wuxian, pemuda itu menggeleng, "no, wajah mama terlihat kelelahan. Aku akan segera menyusul, oke?"
"Tapi-"
"Baiklah, jangan terlalu lama." Wei Changze menepuk kepala puteranya dan membimbing istrinya keluar dari sana.
KAMU SEDANG MEMBACA
Chateau de Wangxian
Historia Cortapenggalan kisah pendek Wangxian di era modern. Alternative Universe. disclaimer: I own nothing, whole characters inside are belong to MXTX
