"The New Beginning"

1.5K 99 29
                                        

Seorang perempuan cantik berusia 28 tahun itu nampak tengah berusaha membangunkan putri kecilnya yang masih asik meringkuk di atas ranjang dengan selimut yang membungkus tubuhnya bak kepompong.

Srek!

Gorden berwarna putih itu ia sibak, sehingga cahaya matahari pagi bisa masuk ke dalam kamar bernuansa pink tersebut.

"Lia, bangun sayang udah pagi... "

"Mmm... Lia masih ngantuk Ma. Inikan hari minggu.... " Rengeknya sembari mengeratkan selimut.

Jisoo menggeleng pelan kemudian duduk di tepi ranjang sang putri. "Yakin gak mau bangun?"

"Iya..... "

"Lia lupa ya hari ini hari apa? " Gadis kecil berusia 6 tahun itu mengernyit, kemudian ia bangun serentak dan membulatkan matanya. "Maaf Ma, Lia lupa eheheh"

Jisoo yang gemas langsung mengusak surai putri kecilnya yang kini sudah kelas 1 SD. "Yaudah gapapa, sekarang Lia mandi terus siap-siap ya. Abis itu kita langsung berangkat"

"Siap Ma!" Dengan semangat Lia langsung masuk kedalam kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Ya, Lia tumbuh menjadi anak yang mandiri dan pintar, hal itu tentu membuat Jisoo bangga.

Selesai bersiap dan sarapan, kedua perempuan beda generasi itupun masuk kedalam mobil. Selama perjalanan Lia tak henti-hentinya mengoceh tentang teman-temannya disekolah atau sekedar bernyanyi khas anak kecil.

"Mama... " Jisoo yang tengah mengemudi melirik ke arah putrinya yang duduk di sampingnya.

"Kenapa sayang?"

"Lia kangen Soobin" Gadis kecil itu mengerucut kan bibirnya. Jisoo tekekeh kecil "Sabar, nanti sore paman Seokjin, tante Irene sama Soobin pulang kok" Lia hanya mengangguk saja, ia memang tak bisa dijauhkan dengan sepupu yang satu tahun lebih muda darinya itu.

"Lia kesepian Ma kalo gak ada Soobin"

"Kenapa? Kan masih ada Yeji sama Hyunjin yang sering main sama Lia.. "

"Beda Ma. Soobin itu baik dan asik di ajak main, kalo Yeji cuek banget sama Lia, kalo Lia ajak cerita pasti Yeji cuma jawab satu kata terus ngangguk atau geleng doang" Lia melipat tangannya didepan dada tanda kesal. Jisoo tergelak, ya ia paham, Yeji memang menduplikat ayahnya sekali.

"Iya sih Yeji memang agak cuek, tapikan masih ada adik kembarnya, Hyunjin."

"Hyunjin terlalu berisik Ma, nangis mulu. Waktu itu Lia jatoh pas main sepeda, tapi malah Hyunjin yang nangis. Lia cubit pelan aja nangisnya keras banget"

"Persis Ibunya" Batin Jisoo sembari mengingat sahabatnya yang lebai dan penuh drama, siapa sangka jika anak lelakinya yang akan mengambil sifatnya itu, berbanding terbalik dengan si kakak kembar perempuannya yang menduplikat sifat dingin dan cuek sang ayah.

Tak terasa kini keduanya sudah sampai ditempat tujuan. Lia buru-buru keluar dari mobil dan berlari.

"Ayah!" Pekiknya sembari mendekat. Sedangkan Jisoo hanya menggeleng pelan kemudian ikut menyusul sang putri sembari membawa keranjang bunga tabur.

"Assalamu'alaikum Ayah, Lia kesini lagi eheheh. Lia kangen ayah, meskipun belum pernah ketemu, tapi Lia tau ayah dari foto yang sering Mama tunjukin. Ayah ganteng juga ya eheheh" Ujarnya semangat sembari mengelus nisan mendiang sang Ayah.

Jisoo memandang sendu Lia yang tengah bercerita dengan semangat kepada ayah kandungnya, Taehyung. Ya, kini keduanya tengah berada di makam Taehyung.

"Assalamu'alaikum Tae... " Bisik Jisoo kemudian ikut berjongkok disamping sang anak.

The Little HusbandCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang