Disebuah kamar mewah seorang gadis terlihat sedang tidur dengan selimut yang menutupi seluruh tubuh nya.
Hingga...
Kringg kringgg kringg
Mendengar suara jam beker, gadis tersebut langsung bangun dan mendudukkan tubuh nya dengan semangat.
Ia sangat tidak sabar menjalani hari ini!
Tok! tok! tok!
Ia menoleh ke kearah pintu kamar, "Masuk Bi." suruh nya.
Pintu kamar nya terbuka, memperlihatkan seorang wanita paruh baya berpakaian pelayanan.
"Selamat pagi nona." sapa nya dengan senyum lembut.
"Pagi juga bibi!" balas nya riang. Gadis itu menyibakkan selimut nya dan turun dari tempat tidur dengan terburu-buru.
"Ah sepertinya nona tidak sabar ya untuk bersekolah?" tanya pelayan tersebut sambil terkekeh geli melihat tingkah nona nya. Ah dia bernama Hera.
"Ya! Gelora sangat tidak sabar untuk bersekolah. Bibi pasti tau 'kan kalau hari ini, hari pertama Lora bersekolah. Setelah sekian lama nya homeschooling." kata nya tersenyum bahagia, dengan mata berbinar-binar.
Gadis itu Gelora, lebih tepat nya Gelora Steviona Megantara. Anak dari pasangan Adelard Abimana Megantara dan Senja Ainsley Megantara.
"Bibi juga sangat bahagia. Karna nona bisa bersekolah kembali setelah peristiwa itu."
Gelora mengangguk, "Hmm jadi mari bibi bantu Gelora bersiap."
"Ya nona. Tapi sebaik nya nona mandi terlebih dahulu." ujar Hera.
Gelora menepuk jidat nya. Lalu menyengir lucu, "Astaga Lora hampir lupa hehe."
"Kalau begitu Lora mandi terlebih dahulu. Dan sampai 'kan pada papa, Gelora akan turun beberapa menit lagi." sambung nya. Lalu berjalan masuk ke dalam kamar mandi.
Hera mengangguk patuh, "Baik nona."
15 menit kemudian...
Setelah mandi dan mengenakan seragam sekolah. Gelora berjalan keluar kamar. Seperti nya ia akan naik lift saja, agar cepat.
Setelah sampai di tempat ruang makan. Gadis dengan rambut di gerai itu tersenyum dan berjalan menghampiri sang papa.
"Morning papa!" sapanya riang tak lupa tersenyum ceria.
Dia, Adelard Abimana Megantara. Pria itu masih tampak muda dan gagah, di usia nya yang sudah berkepala tiga. Wajah nya yang tampan banyak memikat kaum hawa. Ah apalagi status nya yang duda, tidak heran banyak yang mencoba mendaftar menjadi mama sambung Gelora. Ya, mama Gelora- Senja Ainsley Megantara memang sudah meninggal, sejak Gelora berusia 2 tahun.
Ditinggal Senja sejak kecil memang sangat berat bagi Gelora. Apalagi di umur nya yang masih sangat kecil ia masih membutuhkan figur seorang Ibu. Tapi Gelora bisa apa? Jika tuhan ingin mengambil mama nya Gelora tidak bisa mencegah.
"Morning too sayang." balas Adelard tersenyum melihat putri nya.
Gelora tersenyum manis, membuat Adelard menatap nya heran.
"Seperti putri papa hari ini sangat bahagia hm?"
"Hehe, iya dong pa. Karna Lora 'kan bisa sekolah lagi kaya dulu" ujar nya.
Adelard ikut tersenyum, "Papa mengijinkan Lora bersekolah kembali, tetapi Lora harus menjaga diri. Jangan sampai terluka seperti dulu. Karna papa tidak suka. Mengerti?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Albiru
Teen FictionHanya kisah sederhana tentang Albiru Alterio Maximilian, yang sangat mencintai Gelora Steviona Megantara.
