Dikarenakan ini hari minggu, Gelora dan Biru akan pergi berlibur. Eh bukan mereka saja, inti King Lion juga ikut tentu nya untuk meramaikan.
Saat ini inti King Lion sudah ada di halaman mansion Megantara. Semua nya sudah datang hanya menunggu Devano saja. Cowok itu, tumben sekali lama. Biasa nya Devano itu paling cepat datang.
"Bagi nyet!" Chiko yang ikut juga merampas snack milik Reano. Ia memakan nya dengan rakus.
"Udah minta gak tau diri." cibir Reano malas, cowok itu buru-buru menghabiskan makanan nya. Takut di minta oleh Chiko lagi.
"Lah, suka-suka gue dong." jawab Chiko kurang ajar.
"Rokok Ga?" Ganta yang juga ikut, menoleh pada Raga lalu menawarkan rokok.
Raga menggeleng, ia lagi tidak ingin menghisap nikotin. Lagipula ini masih pagi.
"HAI GELORA!"
Sebuah mobil berhenti, Aleysya keluar dari dalam mobil dan langsung berteriak heboh ia melambaikan tangan nya pada Gelora. Gadis itu bahkan meloncat kesenangan seperti anak kecil.
"Berisik lo!" ujar Devano sinis. Kesal karna Aleysya ikut, padahal Devano sudah melarang nya. Tapi gadis dengan seribu akal ini, mengadu pada mama nya. Dan, mama nya memarahi nya jika tidak mengajak Aleysya.
"Nyenyenye!" Aleysya melirik Devano julid, lalu berlari menghampiri Gelora.
"Hai Sya!" balas Gelora tersenyum ceria. Ia tertawa kecil melihat semangat Aleysya yang begitu menggebu-gebu.
"Semua nya udah?" Biru yang sedari tadi menyimak angkat suara.
"UDAH BIR" jawab mereka dengan kompak.
"Ayo-ayo gue udah gak sabar!" kata Reano.
"Alay." cibir Raga tapi tidak dihiraukan oleh Reano. Bisa panjang nanti jika diladeni.
Para remaja itu berjalan memasuki mobil masing-masing. Biru dan Gelora berdua, Devano dan Aleysya juga berdua. Dan terakhir, Reano, Raga, Ganta dan Chiko berempat.
Tujuan mereka kali ini adalah ke pantai. Semua ini atas saran dari Ganta, dan paksaan dari Chiko dan Reano untuk berlibur ke pantai. Dan akhir nya mereka setuju pergi ke pantai.
Setelah menempuh perjalanan selama 30 menit lebih, akhir nya ke 8 remaja itu sampai di tempat tujuan.
Reano keluar dari mobil lalu merentangkan tangan nya, "WOYYY! GILAA CAKEP BANGET ANJAY TEMPAT NYA!" teriak nya keras. Beberapa pengunjung pantai langsung menatap nya aneh.
Plak
Chiko menoyor kepala Reano, "Malu Ren, ini bukan hutan." decak nya tak abis pikir.
"Bukan temen gue." Ganta lewat dengan santai. Didepan nya Gelora, Biru, Devano dan Aleysya sudah berjalan duluan meninggal kan mereka.
"Tolol." ujar Raga malas. Cowok itu mengeluarkan ponsel nya. Memilih berselancar di media sosial.
"Sumpah! kit heart gue! lu pada jahat banget sama gue hiks!" ujar Reano dramatis. Ia mengilap mata nya seolah menangis.
"Peduli setan."
"Ntar gue ilang nangis lu njing!"
"Ga, gih ilang lo. Muak gue liat nya." jawab Raga.
"Bangsat!"
"Punya temen kek tai!"
•°•°•°
"Capek hm?" Biru menunduk menatap wajah Gelora. Gadis itu masih sangat semangat padahal wajah nya sudah berkeringat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Albiru
Ficção AdolescenteHanya kisah sederhana tentang Albiru Alterio Maximilian, yang sangat mencintai Gelora Steviona Megantara.
