Pagi-pagi sudah di omelin.
Itu yang Gelora rasakan di pagi hari yang cerah ini. Gadis mungil itu duduk di tempat tidur, dengan Biru yang berjongkok mengobati kaki nya yang lecet dengan salep.
Semua nya berawal dari bangun tidur tadi. Awal nya sih semua baik-baik saja. Sampai Gelora bangun dan berjalan.
Biru mengamati nya, dan mempertanyakan penyebab kaki nya bisa seperti itu. Untung saja Gelora ini ahli dalam berbohong.
"Kepeleset di kamar mandi."
Itu yang Gelora katakan tadi. Awal nya Biru tidak percaya, cowok itu mencurigai nya. Biru bukan orang yang mudah di bohongi. Tapi dengan alasan Gelora akhir nya cowok itu meng-iyakan.
"Selesai." Biru berdiri lalu menyimpan salep nya.
"Makasih pacar aku!" saut Gelora tersenyum manis, hingga mata nya sedikit menyipit.
Biru berdehem menanggapi, "Aku nggak izin in kamu sekolah. Tapi kamu bandel" keluh nya dengan wajah datar.
Gelora menyengir, "Hehe, bosen tau kalo gak sekolah." balas nya.
"Ayo." Biru mengambil tas Gelora lalu menyandang nya. Setelah itu dengan santai menggendong Gelora ala bridal style.
Gelora tentu nya dengan senang hati menggalung kan tangan nya di leher Biru dengan manja. Gadis itu senyum-senyum sendiri memperhatikan Biru.
"Diliat dari bawah aja ganteng." batin nya.
•°•°•°
Berita tentang Gelora dan Amora menyebar dengan cepat. Bukan hal sulit membuat berita itu menyebar. Kini seluruh MIS sudah tau kejadian yang sebenar nya. Banyak yang tak menyangka dan tak abis pikir Amora seperti itu. Dan ada juga yang sedikit merasa bersalah karna menuduh dan menghujat Gelora. Jika kemarin orang-orang membicarakan keburukan Gelora, maka hari ini mereka membicarakan keburukan Amora. Yah, seperti itu lah manusia.
"Ih gue beneran gak nyangka."
"Sama gue juga. Parah banget ya." saut gadis dengan rambut di kepang dua.
"Amora, jahat banget." jawab yang satu nya lagi.
"EKHEM."
Deheman seseorang membuat ketiga gadis itu menoleh.
Didepan mereka, Alexia dan Agatha berdiri dengan wajah datar seraya menatap mereka. Kedua gadis itu melipat tangan nya dengan angkuh.
"Al-alexia."
"Hehehe."
"Hai, gue cuma mau bilang. Gak sopan loh gosipin orang yang udah gak ada." ujar Agatha tersenyum tipis. Tapi jika diperhatikan menyeramkan.
"Mau di gentayangin?" lanjut Alexia datar.
Ketiga gadis itu melotot panik, lalu dengan serempak menggeleng kan kepala nya cepat.
"Ah! ng-ga lah! ya-ykali kita semua mau." ucap salah satu gadis itu tersenyum canggung.
"Hooh, kita bertiga minta maaf ya. Udah gosipin temen lo!" saut satu lagi.
"Hehe, a-ayo guys!" gadis berkepang tadi segera menarik tangan kedua teman nya. Dan pergi dengan terburu-buru.
Alexia berdecak, "Jijik banget." hina nya datar.
Agatha bergumam, "Sekarang gimana Ale?" tanya nya lirih.
Wajah datar Alexia berubah sendu, "Gue juga bingung." ucap nya pelan.
"Gelora gak bersalah. Sementara kita," Agatha memandang lurus kedepan.
"Gue malu, gue malu ketemu Lora." ujar Alexia.
KAMU SEDANG MEMBACA
Albiru
Teen FictionHanya kisah sederhana tentang Albiru Alterio Maximilian, yang sangat mencintai Gelora Steviona Megantara.
