Agatha mengunyah permen karet nya dengan santai. Sesekali ia meniup nya hingga membentuk sebuah gelembung. Pecah lalu mengunyah nya lagi, dan meniup nya lagi. Begitu seterus nya.
Disebelah nya ada Amora yang memandang nya dengan risih. Gadis itu mengeryit dalam.
"Heh!" Amora mengeplak bahu Agatha.
Agatha melirik nya malas, "Paan?"
"Perasaan dari tadi tuh permen karet gak abis-abis!" kata Amora.
Agatha berdecak, "Suka-suka gua!" jawab nya bernada.
"Dih jorok lu! udah gak manis masih aja di makan. Gak mampu beli lagi lo!?" ujar Amora memutar bola mata nya julid.
"Heboh bener si lu! gue yang makan juga."
Kedua gadis itu saat ini sedang berada di parkiran motor MIS. Ini sudah jam pulang, dan kedua nya menunggu Alexia dan Gelora yang sedari tadi tak kunjung muncul.
"Mereka berdua kemana sih!" Agatha membuang permen karet nya. Lama-lama gak enak juga!
Amora memainkan ponsel nya, "Palingan nungguin Gelora piket." kemudian ia menyahut.
"Ahh lama banget bejir! lumutan gue!" Agatha membuka kamera ponsel nya. Memeriksa keadaan wajah nya.
"Masi cakep gue." lirih nya narsis.
"WOY!"
Dari arah depan Gelora berjalan mendekati mereka seraya melambaikan tangan nya heboh. Disebelah nya ada Alexia yang memasang wajah datar andalan nya.
"Lama banget lo berdua! gak liat apa ini gue udah lumutan nungguin kalian!" omel Amora kesal.
Gelora tertawa kecil, "Hehe maap, gue tadi nemenin Alexia buang air besar." ujar Gelora.
Alexia mendengus, "Ngarang lo?" kata nya.
"Lo apa Alexia?" tanya Agatha.
"Gue sih!"
Amora melihat jam di tangan nya, "Yaudah ayo dah! udah jam segini juga." ucap nya.
"Gue kaya nya gak bisa ikut deh." jawab Gelora seraya meringis pelan. Benar-benar tak enak untuk mengucapkan nya. "Sorry ya guys." lanjut nya.
Amora berkerut tak senang, "Lah kenapa!?" ujar nya membentak.
"Lora mau pergi sama Biru." Alexia melirik Gelora.
"Yahh! lo gimana si Ra, kata nya hari ini mau main sama kita! malah pergi sama Biru!" ucap Agatha dengan cemberut.
"Sorry guys, gue tadi udah ngomong sama Biru. Tapi lo tau dia gimana." jawab Gelora tak enak. Ia juga tadi sudah berbicara pada Biru, tapi cowok itu tidak mengijinkan nya. Sebenar nya bisa saja Gelora pergi dan tidak menuruti omongan Biru, tapi Gelora tau, pasti ada alasan yang membuat Biru tak memperbolehkan nya pergi.
"Terus lo nurut gitu sama cowo lo?" ucap Amora tak suka. Ia kesal karena Gelora selalu tidak menolak. Dan sulit meluangkan waktu untuk bersama mereka. Dan lebih menyebalkan nya lagi sudah membuat nya menunggu.
"Tau gini lo bilang dari tadi! biar gue sama yang lain gak cape nungguin lo." lanjut nya.
"Mor udah." kata Agatha pelan. Ia melirik Amora dan menyenggol lengan Amora. "Besok kan masi bisa." lanjut nya.
Amora melirik Agatha tak suka, "Apa! lo juga cape kan Ta nungguin dia. Disini bukan dia aja Ta yang mau di ngertiin." Amora melirik Gelora sinis.
"Lagian baru juga pacar, masa gak bisa nolak." Amora mendengus tak suka. Lalu setelah nya pergi meninggalkan parkiran dengan langkah cepat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Albiru
Teen FictionHanya kisah sederhana tentang Albiru Alterio Maximilian, yang sangat mencintai Gelora Steviona Megantara.
