30

5.8K 151 11
                                        

Sebulan sudah berlalu sejak kejadian mengerikan itu. Banyak yang berubah dalam sebulan ini. Baik itu yang mengarah ke hal baik dan juga hal buruk.

Hal baik nya adalah Gelora yang sudah mulai membaik. Gadis itu bahkan sudah beraktivitas meskipun diiringi dengan larangan Adelard dan Biru tentu nya.

Tentu nya banyak hal berat yang Gelora lalui selama sebulan ini. Gadis itu harus berurusan dengan psikolog dan psikiater lagi. Tapi Gelora bersyukur karna ia mempunyai orang-orang yang menyayangi nya.

Gelora tersenyum lebar seraya melambaikan tangan nya didepan layar ponsel, "Haloooooo!" ucap nya antusias ketka melihat wajah tampan kekasih nya dilayar.

Diseberang sana tampak Biru tersenyum kecil melihat tingkah mengemaskan Gelora, "Lagi apa hm?" kata nya pelan.

Gelora mengarah kan kamera ponsel nya ke belakang. Lalu ke wajah nya kembali, "Mau tidur. Tapi gak bisa ih!" kata nya sebal dengan bibir mengerucut.

Biru terkekeh, "Mau ditemenin?" kata nya penuh kasih sayang.

"Hmm? emang kamu mau kesini?" tanya Gelora pelan. Ini sudah jam 11 malam, mengingat jarak mansion nya ke mansion Biru lumayan jauh.

Disana Biru mendudukkan tubuh nya. Berdiri dari kasur dan meletakan ponsel nya di meja belajar.

Cowok itu tampak menghilang dari layar, setelah nya kembali lagi dengan gitar di tangan nya.

Gelora mengerutkan kening nya bingung, "Loh mau ngapain Al?" kata nya bingung.

"Apalagi?" Biru menunjukan gitar nya ke layar seraya tersenyum manis.

"Oh main gitar." Gelora mengganguk paham. Ia baru tau jika Biru bisa bermain gitar.

Biru tidak menjawab. Cowok itu memetik gitar nya, memilih ingin memainkan lagu apa.

Gelora mengelap air ludah nya yang tiba-tiba keluar. Sial! Biru saat ini sangat tampan dan juga menggoda iman. Rambut cowok itu tampak berantakan, dengan tubuh kekar nya yang tidak mengenakan baju dan hanya mengenakan celana pendek.

Mata Gelora memperhatikan otot-otot Biru dan turun ke roti sobek milik nya. Ah sial Gelora jadi ketar-ketir.

"Are you petir? because you make my heart ketar-ketir!" kata nya tiba-tiba..

Setelah nya Gelora tersadar lalu menutup wajah nya malu. "GUE KENAPA ANJIR!" batin nya histeris.

"Hm? kamu bilang apa sayang?" Biru memandang Gelora bingung. Ia tidak terlalu mendengar suara gadis nya tadi.

Gelora menggeleng pelan, "Nggak kok!" kata nya. Untung Biru tidak mendengar huh!

Gelora memperhatikan Biru yang mengotak-atik gitar nya. Sedetik kemudian cowok itu memetik senar gitar dan suara berat nya mengalun indah.

"Georgia, wrap me up in all your."

"I want you in my arms."

"Oh, let me hold you."

"I'll never let you go again, like I did."

"Oh, I used to say."

Lagu Until i found you milik Stephen Sanchez mengalun indah di telinga Gelora. Gadis itu sampai mematung mendengar suara indah milik Biru. Gelora men screenshot layar ponsel nya. Lalu tersenyum lebar. "Mayan buat pamer."

"I would never fall in love again until I found her."

"I said, "I would never fall unless it's you I fall into."

AlbiruTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang