26

4.9K 125 1
                                        

Gelora mengeratkan pelukan nya ketika merasakan dingin nya udara di sekitar nya. Gadis itu melihat ke sekeliling yang tampak mendung. Mungkin sebentar lagi hujan akan turun membasahi bumi.

Baru saja ia memejamkan mata nya. Suara motor yang saling bersahutan di belakang nya membuat Gelora membuka mata terkejut. Ia menoleh kebelakang.

Dari arah belakang, terlihat sekumpulan motor yang mengikuti mereka dengan jumlah yang lumayan banyak. Beberapa dari mereka mengepung motor Biru di sebelah kanan dan sebelah kiri.

"BANGSAT! BIRU! BERHENTI LO ANJING!"

Salah satu dari mereka berteriak memaki.

Biru menggeram rendah. Rahang nya mengeras, diikuti dengan ekspresi wajah nya yang semakin dingin. Dari jaket yang mereka gunakan, Biru sudah tau bahwa sekumpulan motor yang mengikuti mereka adalah King Cobra.

"Sampah." desis Biru.

Ia mengelus lembut tangan Gelora menenangkan nya. "Peluk dan jangan liat kebelakang." titah nya.

Gelora mengerti. Ia memeluk Biru dengan erat. Membiarkan cowok itu menancapkan gas motor nya dengan kecepatan tinggi. Gadis itu memejamkan mata nya takut.

"Gue harap semua nya bakal baik-baik aja."

Aksi kebut-kebutan tak bisa di hindari. Dikarenakan jalanan yang sepi dan sudah hampir malam, membuat sekumpulan motor itu menjadi leluasa mengejar Biru.

Biru mengumpat, ia semakin menancapkan gas motor nya. Sial! jika sekarang ia tidak sedang bersama gadis nya, bisa saja ia berhenti dan melawan mereka. Namun saat ini ia membawa Gelora, ia tidak ingin mereka mencelakai Gelora.

Brum

Brum

Brum

Suara deru motor yang memekakkan telinga terdengar. Sekumpulan motor itu semakin men stater motor mereka. Menyamakan nya dengan motor Biru.

Cit

Dan berhasil! sekumpulan motor itu berhasil menghadang motor milik Biru.

Salah satu pria berperawakan tinggi turun dari motor diikuti yang lain nya. Pria itu membuka helm nya dan tersenyum miring.

Arthur-ketua King Cobra itu melangkah mendekati Biru.

Biru turun dari motor. Tangan kekar nya menggenggam tangan mungil Gelora. Biru menyembunyikan Gelora di belakangan tubuh kekar nya.

"Wihh apa kabar bro? gue kira lo udah mati." sapa Arthur tersenyum culas.

Biru mendengus dingin. Cowok itu menaikkan sudut bibir nya tersenyum menyeringai.

"Mati? bukan nya lo yang hampir mati?" hina nya dengan dingin.

Arthur menggeram marah. Ia benci mengingat malam itu ia hampir tewas di tangan Biru. Dan malam ini ia akan membalas kan semua nya. Dari ia yang kalah di balapan hari itu dan ia yang hampir mati.

"Cewek di belakang lo cantik juga." ucap nya melirik Gelora seraya tersenyum licik. "Boleh dong gue dan temen-temen gue coba?" kata nya santai.

Bug

Arthur mengusap sudut bibir nya yang berdarah karna pukulan Biru. Ia terkekeh kecil mata nya menatap Biru penuh kebencian.

"SERANGGG!" teriak nya memberi perintah.

Bug

Bug

Bug

AlbiruTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang