"Gimana? Seneng, gak?" tanya Lio, saat ia dan Youra turun dari wahana tersebut.
Youra mengangguk dengan riang. "Mau makan apa?" tanya Lio, menatap ke arah Youra.
Kini mereka tengah berjalan-jalan mengelilingi area pasar tersebut, sambil melihat-lihat apa yang akan mereka berdua lakukan lagi setelahnya.
"Es krim coklat!" seru Youra.
"Itu bukan makan namanya!" potong Lio.
"Ya kan es krim tuh di makan. Kalo bukan di makan, apa terus?" Youra menatap ke arah Lio.
"Dijilat. Kan es krim biasanya dijilat." Lio menjawabnya dengan realistis.
"Lah gue sih digigit!" Youra kembali mengutarakan apa yang ada di dalam pikirannya.
"Agak lain emang nih anak," gumam Lio.
"Gue denger, ya!" Youra menatap ke arah Lio, saat ia mendengar apa yang dikatakan oleh temannya itu.
"Ya udah, lo tetep mau nya beli es krim?" tanya Lio, yang di balas dengan anggukan riang Youra.
Kemudian mereka berjalan mencari di mana orang yang menjual es krim. Dan ketemu, mereka langsung menghampiri penjual es krim tersebut kemudian memesannya.
"Es krim yang rasa coklat nya satu, ya, Pak," pesan Lio.
"Siap!" jawab penjual es krim itu, dan segera melayani Lio dengan membuatkan es krim roll rasa coklat sesuai dengan yang di pesan oleh Lio.
Lio dan Youra pun menunggu pesanannya selesai, dengan melihat ke arah salah satu mainan yang dapat terbang. Mainan tersebut terbuat dari kertas dan bambu, juga ada lampu berwarna-warni yang pada saat terbang di malam hari terlihat indah terbang ke udara. Mainan tersebut dapat terbang dengan mengaitkannya pada karet yang ada di bambu pegangannya lalu lepaskan ke udara, layaknya anak panah dan busur.
Youra yang melihat itu pun teringat akan masa kecilnya yang selalu merengek meminta mainan tersebut pada Ayahnya. Namun Ayahnya tak mengizinkan dirinya membeli dan bermain dengan mainan tersebut, karena katanya 'Nanti kalau Ayah belikan, kamu akan lupa sama belajar!' dan berakhir dengan Ayahnya yang luluh membelikan mainan tersebut, dengan cara Youra meyakinkan Ayahnya bahwa ia akan belajar dengan giat.
"Ka, ini es krimnya sudah jadi," kata penjual tersebut, dan Youra pun segera mengambil es krim itu dari tangan penjual es krim, kemudian Lio yang membayarnya.
Mereka berdua kembali berjalan dengan Youra yang sibuk pada es krim di kedua tangannya. Mereka berdua mencari tempat duduk yang nyaman untuk Youra memakan es krim di tangannya itu.
Mereka duduk pada salah satu kursi yang panjang di sana. Youra masih saja memakan es krim tersebut, dengan Lio yang terus memperhatikan kegiatan Youra itu dengan senyumannya yang terus merekah.
Beberapa menit telah berlalu, Lio melihat ke arah arloji yang di pakai pada pergelangan tangannya. "Pulang yuk!" ajak Lio, karena waktu sudah menunjukkan pada pukul 21.15 WIB.
Youra melemparkan bekas wadah es krim miliknya pada salah satu tong sampah milik penjual yang ada di sana, kemudian ia menganggukkan kepalanya menyetujui ajakan Lio.
***
"Assalamualaikum, Bu." Youra memasuki rumahnya, setelah ia dan Lio sampai.
"Waalaikumsalam," jawab Ibu dari dalam dan membukakan pintu untuk anaknya.
Youra dan Lio mengecup punggung tangan Ibu. "Ibu, Lio kembalikan anak gadisnya dengan aman dan selamat tanpa adanya lecet sedikitpun. Makasih udah izinin Lio buat ajak anak gadisnya keluar malam-malam begini," ucap Lio dengan sopan.
KAMU SEDANG MEMBACA
It's Me!
Novela JuvenilAku Youra, Youra Chrysanthemum. Ini kisah ku dengan seseorang yang bernama Darelio. Aku diam-diam menyukainya, yang entah akan berapa lama rasa ini akan bertahan di dalam hubungan pertemanan ini. Aku tak tahu, ia merasakan hal yang sama atau tidak...
