Wonwoo berdiri di kamar Mingyu sudah cukup lama hingga dirinya merasa lelah, ia perlahan menurunkan tubuhnya, mendudukkan diri dengan bersandar pada pintu kamar sang kekasih.
Ia bisa masuk ke apartemen Mingyu dengan menggunakan keycard yang Mingyu berikan padanya, tetapi begitu ia masuk, Mingyu langsung memasuki kamarnya dan mengunci pintunya dari dalam. Bahkan tadi ketika di kampus, Mingyu terus menghindarinya meskipun dirinya datang untuk menemui Mingyu.
Wonwoo menarik kedua kakinya, ia memeluk kedua kakinya sendiri dan menundukkan kepalanya. "Al.. gue nggak peduli lo mau dengerin gue apa enggak, tapi gue tetep harus ngomong.." ucapnya dengan sedikit seru agar Mingyu bisa mendengarkan dari dalam.
"Waktu nikahannya kak Okta, papa emang nyuruh gue deketin lo, gue mikirnya buat berteman aja dan gue sama sekali nggak tahu niatan papa yang ternyata mau jodohin kita karena uang keluarga lo." Wonwoo memulai, ia menatap kosong ruang tamu yang ada di hadapannya. "Dan lo harus tahu Al, gue deket sama lo karena kemauan gue sendiri, kalau pun papa nggak nyuruh, gue tetap bakal deket sama lo Al." lanjutnya.
"Dulu sebelum kita jadian, gue nggak terlalu peduli kalau apa yang gue lakuin itu bikin kita semakin deket, apalagi habis kejadian di villa dan bikin gue sadar kalo gue suka sama lo. Itu beneran perasaan gue Al, apalagi gue udah lupain omongan bokap gue yang minta gue buat deketin lo, gue bahkan nggak inget sampe kemaren papa bilang lagi." Wonwoo menghela napasnya panjang, keadaan ruangan tersebut terasa begitu sepi dan kosong.
Ia menyandarkan kepalanya di pintu kamar tersebut. "Gue ngerti, lo sekarang marah, bingung sama apa yang terjadi karena bokap gue jodohin kita karena ngincer harta keluarga lo dan kalau gue yang jadi lo, gue juga marah Al.." Wonwoo menelan ludahnya dengan kasar. "Jadi semaleman gue mikir.. kalo kita nggak perlu nikah." Wonwoo menggigit bibir bawahnya.
"Gue siap kok Al, jalanin hubungan kita kaya gini tanpa ada status harus nikah, sampe kapan pun itu. Kita bisa bilang ke orang tua kita kalo kita nggak nerima perjodohan itu dan kita bisa pacaran kaya gini aja." Wonwoo meremas kedua lututnya sendiri dengan kedua tangannya itu. Jujur, ada keraguan atas perkataannya sendiri, yakinkah ia tidak perlu menikah dengan Mingyu?. "Gue sayang sama lo Al, gue malah nggak bisa bayangin kalo kita pisah, kalo kita putus. Gue nggak mau Alvaro.." lanjutnya lagi.
Ia menoleh ke belakang, menatap pintu putih itu dengan tatapan penuh harap. "Jadi Al.. gue bakal tunggu jawaban dari lo, kapan pun lo siap buat ngomong sama gue.. gue bakal nunggu Al." ucapnya mengakhiri kalimatnya. Wonwoo menghela napasnya dengan kasar lalu bangkit berdiri.
Ia meraih tasnya dan melangkah menuju pintu keluar, tapi belum sampai di area pintu masuk, ia mendengar pintu kamar Mingyu terbuka. Ia berbalik dan menatap sang kekasih yang menatapnya.
Mingyu mendekat dan langsung meraih tubuhnya, memeluknya dengan erat. Menenggelamkan wajah lesunya di pundak kanan Wonwoo dan tentu, Wonwoo langsung membalas pelukan tersebut. "Gua juga nggak mau pisah dari lo Ka.." lirih Mingyu, ia mengeratkan kedua tangannya di tubuh Wonwoo.
Setelah beberapa saat, pelukan tersebut dilepas terlebih dahulu oleh Mingyu. Ia menatap Wonwoo dengan lekat lalu mengusap wajah kekasihnya itu. "Tapi gua nggak mungkin biarin hubungan kita tanpa status yang jelas. Gua nggak mungkin biarin status lo lajang seumur hidup.. gua nggak mau itu Ka." lanjutnya sembari menggelengkan kepalanya.
"Alvaro.. kita nggak perlu mikirin orang lain, gue nggak papa kalo kita cuma pacaran doang nggak nikah." balas Wonwoo dengan tatapan getir kepada sang kekasih.
Mingyu kembali menggeleng. "Nggak Ka, meskipun kita nggak ada niatan buat dengerin orang lain, tapi pasti omongan orang lain itu yang bakal jadi perkara di masa depan kita dan gua nggak mau itu terjadi. Jadi habis UTS ini selesai, gua mau pulang dan bujuk papa, gua bakal bilang sama papa dan kalo papa batalin perjodohan kita.. kita bisa kawin lari." balasnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Brown-nies
FanfictionMINWON • COMPLETED Local Fanfiction Antara hidup dan mati? Tidak! Tapi antara Alvaro dan Arkana, siapa yang akan di pilih Okta? • Alvaro Mingyu Mahendra • Dylan Wonwoo Arkana start : january 2024 finish : february 2024 💧vulgar and harsh words💧 BL...
