______________&&&&&&&___&&&_____
Selepas dari pemakaman Areksa dan Raka mereka kembali kemarkas namun Azzam pamit untuk kembali ke RS
"Gw ngak bisa lama gw pamit dulu assalamulaikum" ujar Azzam dan pergi meninggalkan markas untuk ke RS
Disinilah mereka sedang berkumpul di ruangan Zayn, mereka memperhatikan Zayn zayden sedang bermain di brankar karna Zayn tidak kuat untuk duduk
15 menit kemudian tubuh Zayn terasa mati rasa semuanya tak bisa di gerakan sontak ia memanggil kedua orang tuanya
"Umi... Abi..."ujarnya lirih
Azzam dan Aira yang mendengar panggilan dari sang putra mendekat
"Ya nak ada apa?"tanya Aira pada sang putra
"Umi... Tubuh Zayn ngak bisa di gerakin umi sa-sakit"ujarnya lagi sontak mereka langsung panik
"U-umi Zayn capek... Zayn ingin istirahat umi"ujar Zayn pada sang ibu , Aira yang sudah cemas dicampur takut pikirannya kemana mana
"Istirahat lah nak "ujar Aira sambil mengusap lembut kepala Zayn
Selepas Zayn menutup mata untuk tidur alarm alat pendeteksi jantung itu berbunyi sekencang mungkin membuat mereka panik
Azzam memanggil para dokter untuk datang dan memberi pertolongan pada Zayn ,semua alat alat dipasangkan ke tubuh Zayn dan syukur hanya detak jantung Zayn kembali
Hanya melihat detak jantung di dada Zayn sebagai pertanda Zayn masih bernapas, Azzam tak tega melihat sang anak seperti ini. Ia rangkum sang istri sambil berkata
"Ikhlaskan Zayn sayang, jangan buat ia tambah tersiksa, dia sudah cukup berjuang sayang, lepaskan dia bukan dia saja yang tersiksa tapi kamu juga"ujar Azzam yang mencoba menahan agar bulir bening itu tak jatuh pada pelupuk matanya
"Ngak mas dia anak ku, aku ngk mau dia pergi hiks... Zayn harus kuat nak jangan tinggalin umi dan adek adek mu" ujar Aira disela tangisnya
"Kau harus ikhlas sayang, jangan tambahkan siksaan untuk Zayn, surga yang bakal di tempatkan Zayn sayang ,ikhlaskan putra kita"ujar Azzam. Sontak Aira terdiam dan mempertimbangkan semua ucapan sang suami bener kata Azzam ia harus ikhlas jangan menyiksa dia lagi
Dengan air mata yang terus mengalir Azzam menatap wajah sang anak dan mencium sedikit lama kening itu
"Nak,,, umi ikhlas Zayn pergi ,surga yang menanti engkau nak. Umi sayang Zayn... Tunggu umi Abi disyurga nak "ujar Aira sambil meneteskan air mata karna sakit mengikhlaskan kepergian sang anak
Selepas ia berucap seperti sontak degup jantung Zayn langsung berhenti apa lagi alat pendeteksi detak jantung itu berbunyi sekeras mungkin angka yang ada disana sudah berangka 0 , dan disitulah degub jantung kedua orang tua muda itu berhenti bersetara dengan alat itu berhenti ya zany anak laki laki dengan wajah tampan itu telah pergi,
dan bersetara dengan itu semua para dokter dan perawat mulai berdatangan dengan wajah panik berbagai upaya telah dilakukan namun tidak ad hasil apapun Zayn bocah kecil itu telah pergi
" Innalilahi wainlilahi rodjiun,maaf pak buk ananda Zayn sudah pergi kami sudah melakukan semaksimal mungkin tapi Tuhan berkehendak lain,kami berharap ibuk dan bapak bisa tabah dengan semua ini" ujar sang dokter
Mata Aira sang ibunda mulai di penuhi dengan genangan air mata tersebut, Isak tangis mulai terdengar, kepergian zany menaruh luka yang amat dalam di hati kedua orang tuanya,
Azzam memeluk tubuh mungil itu bayangan akan tingkah laku anaknya terbayang semuanya,dan di dalam ia mendekap tubuh mungil itu dia berkata "selamat jalan anak Abi ,tenang disana nak hiks...hiks...." Ujar Azzam sang ayah sambil memeluk tubuh itu dengan di sertai Isak tangis
"Abi ikhlas nak... Abi ikhlas sayang... Jadilah pemandu Abi umi untuk kesurga nanti nak hikss..... Abi umi sayangggg dengan Zayn....tunggu Abi umi disana nak hikss...." Sesak rasanya mendengar ucapan ucapan dari Azzam yang terus berucap mengucapkan kata kata terakhir untuk putranya zany, tidak terlupakan Aira sang ibunda yg mulai terduduk lemas akan tidak percaya putranya telah pergi
"Umi sayang Zayn nak sekarang Zayn ngk akan merasakan sakit lagi, tenang ya nak....."ujar Aira dengan suara gemetar
Yaa ikhlas dengan kepergian anak itu tidak mudah luka yang ternamam di hati dengan kehilangan anak itu lama sembuhnya, kenangan akan kebersamaan dengan sang buah hati terus dan pasti terlintas terus menerus dan kehilangan orang yg di cintai itu untuk selama lamanya dan mesti mulut berkata ikhlas namun hati tidak semudah itu
Alfatiha untuk dek Zayn kita doakan dia tenang di alam sana
~ 16:33 WIB~
16:33 wib kepergian Zayn sudah tersebar di seluruh masyarakat apalagi para anggota geng Blacklion ,
"Gw ngk nyangka Zayn pergi secepat ini"ujar Angga sambil mengusap air mata disudut matanya
"Ini terlalu cepat untuk sikecil Zayn pergi, keponakan gw pergi secepat ini gw ngk nyangka Angga" ujar galang dengan wajah yang udah basah karna air mata
Namun Daren dia terdiam , keponakan yang ia sayang pergi kabar duka itu bener bener menyayat hati para anggota geng blacklion
Daren merasa jantungnya berhenti sangking kagetnya padahal baru tadi dia berbicara dengan Zayn ternyata itu bukan Zayn tapi arwahnya
"Ren lu kenapa diam??"tanya Galang yg melihat Daren terdiam begitu lama sedangkan air matanya terus mengalir dan ya kita ngk tau apa yg di pikirkan oleh Daren
"Ren ngomonglah lu jangan diam aja malah kami yang takut"ujar galang lagi
"Gw ngak nyangka Lang Zayn pergi padahal baru kemarin rasanya gw bermain dan menyelamatkannya, dan dia pergi lang"ujar Daren sambil menghapus air matanya
"Kita semua juga merasa kehilangan ren tapi ini ketentuan Tuhan, kita harus sabar dan terima keputusan yang maha kuasa"ujar galang
"Sudahlah kita harus kuat dan tabah, untuk menguatkan Azzam kalo kita hancur dan terlalu lama terpendam atas kepergian Zayn siapa yg manguatkan Azzam kita saling menguatkan Oky guys"ujar Sandy sambil menepuk bahu Daren dan galang
" Mari kita pergi kerumah Azzam, mungkin jenazah Zayn udah sampai kerumah duka,"ujar Lius dan di anggukkan oleh semuanya
Para anggota geng Blacklion yg berada diluar kota dan wilayah sudah mulai menuju rumah duka ada sekitar 1000 orang lebih anggota geng tersebut dari berbagai wilayah
Oky sampai sini dulu
Kita lanjut part selanjutnya
Jangan lupa vote and comen
KAMU SEDANG MEMBACA
Bismillah Ikhlas
General Fiction"Aira menerima perjodohan ini umi Abi,karna yg Aira inginkan kebahagiaan kalian,jika dgn menikah dengan Gus Azzam Aira terima"ucap Aira setelah membuang nafas "benerkah nak"tanya sang Abi "iya Abi Aira terima"jawabnya sembari memberikan senyum dan m...
