Sebagai lawyer ternama, seharusnya Jatramas Sastra menunjukkan sikap yang baik, bukan menunjukkan sikap bejatnya pada Ranala Hasean.
🦌 x 🦊
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Percuma protes, Ranala tidak akan mendapatkan apa yang ia harapkan, lagipula sudah ia duga jika tunangannya itu tidak akan memberikan saran lain.
Dipandanginya kemeja hitam sangat tipis bahkan menerawang, jangan lupakan jika pada beberapa bagian kemeja itu terbuka sehingga menampakkan bagian tubuhnya jika nanti ia pakai, Ranala menghela nafas berat, "Dasar Lawyer gila." Hardiknya pada sang tunangan, meski begitu, Ranala tetap memakai satu set pakaian yang sudah dipilihkan tunangannya untuk acara malam ini.
Berdiri di depan cermin full body yang ada di walk in closet, Ranala memasang satu persatu kancing kemejanya. Setelah itu, Ranala mulai memoles tipis wajah ayunya dengan make upㅡIa tidak ingin tunangannya merasa malu saat pergi bersamanya, oh.. mana mungkin Sastra malu saat bersamanya?
Tersenyum puas dengan hasil make up tipisnya, Ranala meraih dan memakai jas hitam untuk membalut tubuhnya yang terbalut dengan kemeja dewasa.
"Nah," Ranala salut, pilihan Sastra memang tidak pernah buruk bahkan selalu sangat terbaik untuknyaㅡHanya saja kali ini pilihan Sastra sedikit kurang tepat, bagus sih pilihan pakaiannya tetapi acaranya tidak tepat! Tapi, masa bodoh, toh Sastra yang memilih maka Sastra juga yang nantinya akan menanggung konsekuensinya.