when renjun loves jisung

972 66 3
                                        

fetish

fetish adalah gairah seksual yang merespons objek atau bagian tubuh yang biasanya tidak bersifat seksual. Banyak orang dengan fetish harus memiliki objek ketertarikan mereka atau berfantasi akan objek tersebut untuk terangsang secara seksual, salah satunya pemuda bernama Rayyan.

🦊 x 🐹

"Neo sudah comeback, kau sudah melihat penampilan mereka dimusik video terbarunya, Ray?"

Rayyan melirik temannya yang baru saja datang memasuki ruang ganti, "belum."

"ughh, aku jamin fetishmu terhadap tangan Julian itu akan terganti dengan deep voice Nades."

"ck, urus saja Marva-mu dari pada membahas fetishku." hardik Rayyan sedikit sengit pada rekan kerjanya itu; mereka sama-sama bekerja sebagai pelayan disebuah cafeㅡcafe yang cukup mengundang keresahan masyarakat sekitar karena cafe tersebut secara terang-terangan menyediakan pelayanan benefit bagi para pelanggan.

Ya, sebut saja cafe itu hanyalah kedok dari sebuah bar dan Rayyan adalah salah satu dari puluhan pelayan cafe tersebut yang melayani pelanggan lebih dari perlakuan pelayanan para pelayan cafe pada umumnya; dengan cara seperti itu pula Rayyan atau rekan cafe-nya mendapatkan bayaran lebih setiap melayani yang mana bayaran itu bahkan lebih besar dari gaji bulanannya.

"dasar kelainan seksual!"

Rayyan melotot tidak terima saat mendengar seruan rekan kerjanya itu. "Hei, jalang murahan!" umpatnya saat melihat rekannya keluar dari ruang ganti setelah membenahi pakaiannya yang acak-acakan; singkatnya rekan kerjanya itu baru saja selesai melayani dengan artian melayani sesungguhnya seorang pelanggan.

merasa cukup rapi Rayyan segera keluar dan mulai melayani para pelanggan yang sudah berdatangan untuk menikmati makanan atau mungkin tubuh murahan para pelayan cafe, UPS. Rayya mendekati meja bar untuk bertanya pada salah satu pelayan yang bertugas mendata pesanan juga meja para pelanggan. "Meja mana yang belum memesan?" tanyanya singkat seperti itu.

"nomor 13, Ray."

Rayyan mengangguk sebelum mengambil note juga daftar menu yang ada dimeja kasir. Setelah siap, Rayyan melangkah menuju meja yang ditunjuk oleh rekan kerjanya. Mengenai suasana cafe, sebenarnya siang ini cukup banyak pengunjung dari biasanya; buktinya banyak pelayan cafe yang kewalahan bahkan ribut mengantar makanan pada mejaㅡtermasuk rekan kerjanya yang tadi mengolok-oloknya diruang ganti. Terlalu asik mengamati suasana dan perdebatan yang terjadi diantara pelayan, Rayyan sampai tidak sadar langkahnya yang membawa sebuah ice tea membasahi pakaiannya saat ini.

brukk

Rayyan mengumpat pelan, "sialan!"

"kalau jalan pakai mata!"

Rayyan melotot kearah pelayan yang membuat pakaian basah, "kau!"

"apa?! kau kalau jalan cepat sedikit, jangan seperti putri solo! cafe sedang riweh menangani pesanan." cerca rekannya itu membuat atensi seluruh pelanggan juga pelayan terarah pada mereka berdua.

"ada apa ini? Rayyan? Shean?"

Rayyan juga Shean menatap panik kearah manager cafe yang tiba-tiba mendatangi mereka. "Pak.. saya tidak sengaja menabrak Rayyan sampai minuman yang saya bawa tumpah." ungkap Shean yang mengakui kesalahannya karena memang dirinya tadi terburu-buru sampai menabrak punggung Rayyan. "Tapi ini juga salah Rayyan, pak.. dia jalannya lelet." adu Shean seketika membuat Rayyan menggeleng panik tanda mengelak.

"sayaㅡ"

"daripada lebih ribut lagi, lebih baik kamu pergi ganti pakaian, Rayyan. Setelah itu segera kembali bekerja karena pelanggan terus berdatangan dan rekan-rekan kamu cukup kewalahan." potong manager cafe yang tidak mau mendengarkan perkataan Rayyan, "saya akan menghubungi rekan kalian yang mendapatkan shift sore untuk datang sekarang dan membantu shift kalian."

Rayyan dan Shean mengangguk serempak sebelum manager cafe itu kembali memasuki ruangannya. Rayyan melirik Shean yang berjongkok untuk membereska gelas yang terjatuhㅡuntung gelas itu bukan gelas kaca, tetapi gelas plastik modern.

"aku ganti baju dulu, setelah itu kau bisa berikan nomor meja yang saat ini sedang kau layaniㅡbiar aku yang melayani mereka sebagai permintaan maafku atas minuman mereka yang jatuh karena kau menabrak punggung indahku." ujar Rayyan mendapat dengusan geli dari Shean, setelah itu Rayyan melangkah menuju ruang ganti untuk mengambil baju ganti yang selalu ia bawaㅡlalu ia masuk ke dalam toilet untuk membersihkan punggungnya yang terasa lengket akibat tumpah ice tea.

ditengah acara membasuh punggung, Rayyan jadi teringat ucapan rekan kerja yang ia temui diruang gantiㅡrekan kerja yang mengatainya kelainan seksualㅡRayyan merogoh saku celana bahannya, mengambil ponsel canggihnya lalu menekan aplikasi persegi panjang merah dengan segitiga putih ditengahnya.

Rayyan tersenyum kecil dengan jemari mengetikan keyword yang mana langsung memunculkan deretan video yang baru saja diunggah beberapa jam lalu dan tanpa pikir panjang Rayyan menekan video paling atas yang mana langsung terdengar suara berat milik Marva yang mengawali lagu, disusul Nades kemudian Jazero dan yang terakhir adalah Julianㅡseseorang yang berhasil membuat nafas Rayyan tercekat dan terangsang hebat.

NEO 'Saturday Drip'

"hhh, Julian sialan!"

7. FoxeyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang