when they are matched

381 10 1
                                        

Match Them

Ketika penulis memutuskan untuk mempertemukan karakter dari buku lain dengan karakter buku lainnya, apa yang terjadi?

"Kamu yakin mau pasangin mereka, Guess?"

Guesslutie membaca kembali daftar list yang sudah dipersiapkannya, "Ya, bagus ga?" Berbalik bertanya pada Alterguess yang terlihat tidak yakin.

"Yang ada isinya nanti debat kalau kamu nekat pasangin mereka," Komentar Alterguess, "Lihat riwayat buku mereka, kacau, kamu stress waktu garap salah satu dari mereka."

"Benar sih, tapi kelihatannya seru kalau gabungin mereka." Guesslutie tetap menetapkan pasangan pertama dan sudah memikirkan kemungkinan yang akan terjadi nantinya, "Tapi, dominannya lebih dewasa kokㅡ"

"Dewasa kamu bilang? Stresss," Hardik Alterguess tidak setuju, "At least tuh kalau gak submissive yang waras ya bikin dominan yang waras lah, bukan ini sama-sama keras kepala bahkan pemaksa."

"Gak apa, biar seru."

Alterguess menghela nafas pasrah sebab mendebat kepribadian utamanya itu akan sangat sulit, "Terserah lah, lihat aja nantiㅡKamu pusing atau gak, kalau sampai pusing ya jangan ngeluh di wall, ganggu notifikasi followers."

"Ya iya, tahu." Guesslutie memandang followers yang saat ini sedang membaca ketikannya, "Maaf ya, guys, kalau selama ini wallku gak jelas."

Tok.. Tok.. Tok..

Pintu ruang interview yang saat ini digunakan Guesslutie dan Alterguess berdiskusi atau lebih tepatnya berdebat itu pun terketuk dari luar.

"Permisi," Pintu dibuka oleh orang yang mengetuk dari luar, kepalanya menyembul masuk dengan ekspresi polos, "Gue salah ruangan gak?" Tanyanya pada Guesslutie dan Alterguess yang duduk di kursi.

"Gak, bener kok." Balas Alterguess.

"Ow, okey," Orang itu masuk dan menutup kembali pintu ruangan, lalu berjalan mendekat dan duduk di salah satu kursi yang menghadap Guesslutie dan Alterguess, "Gue gak habis pikir lo bakal jadiin gue karakter pertama di projek ini,"

"Sama, aku juga gak habis pikir sama pemikiran Guesslutie." Alterguess menambahkan, "Agak aneh juga sih, apalagi pasanganmu nanti,"

"Siapaㅡ"

Tok.. Tok.. Tok..

Ketukan terdengar sebelum pintu terbuka dengan menampilkan sosok tinggi yang membuat terkejut seseorang yang baru beberapa menit lalu masuk.

"Anjir, dia?" Tunjuk orang itu ke arah sosok yang masuk dan menutup pintu ruangan.

"Sorry, gue telat." Celetuk sosok itu sebelum duduk di samping seseorang yang terlihat tidak mempercayai kedatangannya, "Kenapa lo? Gak suka?"

Alterguess spontan memijit keningnya karena interaksi kurang lembut antara dua karakter di hadapannya, "Lihat tuh, mulai dah."

"Gue pikir lawan main gue bakal orang yang lebih bener, njir." Ujar yang lebih kecil pada Guesslutie, ujarannya itu tentu menghasilkan ekspresi datar sosok yang duduk di sampingnya.

"Emang gue gak bener?"

"Iya, gak bangetㅡ"

Sosok tinggi itu menyela, "Kayak lo paling bener aja."

"Tamat dah ide lo, Guess." Ejek Alterguess, rasanya sudah kenyang mendengar perdebatan antara dua orang di hadapannya, submissive dan dominan dari buku yang berbeda.

"Bisa gak, lawan main gue di ganti? Misal Marvaka Adimasta atau paling gak Sagalla Geondianㅡ"

"Banyak mau lo."

7. FoxeyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang