Bab 4

20K 731 19
                                        

***

Melihat Marina yang terus gencar mendekati Jason dan memberikan perhatian lebih, entah mengapa membuat Helena tak suka dan tersiksa.

Seolah ada api yang berkobar membakar hatinya, membuatnya uring-uringan, ingin marah, dan merasa kesal setengah mati.

Akhir-akhir ini sikap Helena memang semakin berbeda. Bahkan lebih jauh berbeda dari biasanya. Helena jadi lebih tertutup dan pemarah. Sulit makan hingga bobot tubuhnya turun secara derastis.

Jason bukannya tidak menyadari itu semua, ia tentu saja diam-diam memperhatikan nonanya. Namun kembali lagi, Jason selalu berusaha untuk bersikap cuek dan profesional.

Memperhatikan Helena bukanlah tugas utamanya. Tugas utama Jason adalah menjaga keselamatan Helena, bukan menjadi baby sitternya.

"Nona!" Panggil Elia, seorang asisten pribadi Helena. Elia adalah gadis yang Helena pungut dari jalanan, sudah lima tahun gadis itu menjadi sahabat sekaligus kaki tangan Helena. Mereka berdua memiliki usia yang sama, oleh sebab itu Helena cepat akrab dengan Elia.

Helena lebih suka menjalin pertemanan dengan Elia yang apa adanya bila dibandingkan dengan teman-teman sebayanya dari kalangan sosialita yang penuh akan tujuan dan maksud tertentu ketika mendekatinya.

"Ada apa El?" Tanya Helena.

"Me-menurut saya, se-sebaiknya nona memeriksakan diri ke dokter Obgyn nona, ini sudah satu bulan, apa nona tidak khawatir tentang kondisi kehamilan nona? Maaf jika saya salah nona. Saya hanya merasa cemas." Ungkap Elia.

Mendengar itu, Helena sempat terdiam sejenak. Perkataan Elia memang sangat benar. Ia seharusnya pergi ke dokter dan memeriksakan kandungannya. Bukan malah berdiam diri saja di rumah seperti orang bodoh.

"Hari ini papa pulang kan El?"

"Maaf nona, beliau bahkan sudah berada di meja makan bersama dengan nyonya."

"Jadi papa udah dateng?"

"Sudah nona." Angguk Elia.

"Apa jadinya kalau mereka sampai tau semuanya?" Gumam Helena dengan penuh rasa frustasi, kedua matanya kembali berkaca-kaca. "Aku harus cepet-cepet!" Gumamnya. "El!" Panggil Helena.

"Iya nona?"

"Kemasi barang-barangku dan barang-barangmu segera! Bawa secukupnya aja. Kita akan pindah ke apartemenku mulai hari ini." Tegas Helena.

"Pindah nona?"

"Iya, turuti aja semua perintahku. Aku mau temuin papa dulu."

"Baik nona. Ta-tapi bagaimana dengan saran saya tadi?"

"Kamu nggak perlu cemas, nanti aku akan buat janji sama dokter kandungan di rumah sakit Citra Pratama."

"B-baik nona." Elia tampak tersenyum lega mendengarnya.

Sedetik kemudian, Helena pun segera bergegas turun menuju lantai bawah untuk menemui sang ayah dan ibu.

Namun alangkah terkejutnya wanita itu ketika ia melihat pemandangan dan mendengarkan percakapan yang menyayat hati.

"Saya udah disini dan masalah saya di Singapore udah terkendali. Jadi untuk apa lagi kalian menunda-nunda pernikahan? Saya akan siapkan pesta dan segala yang kalian berdua perlukan. Apalagi yang kalian inginkan? Rumah? Mobil? Jangan khawatirkan itu semua. Jeremy juga Jason! Saya akan menjamin pendidikan anak kamu sampai lulus kuliah." Jelas Adi pada Jason dan Marina.

"Tiara sama Boby juga tuan?" Tanya Marina.

"Oh anak kamu juga? Tentu, saya juga akan menjamin pendidikannya jadi kamu nggak perlu khawatir." Mendengar itu, Marina pun tampak tersenyum sangat senang.

Married The Hot BodyguardCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang