Keputusan Alina semata-mata hanya untuk kebahagiaan Dimas dan keluarganya. Jika Alina tidak segera menandatangani surat pemasangan ring tersebut alat yang terpasang pada tubuh Dimas akan di cabut dan Dimas akan dinyatakan meninggal dunia.
Jika itu terjadi maka kehidupan keluarga Dimas tidak akan bahagia. Semua keperluan keluarga Dimas hanya digantungkan kepada anak lelaki sulung itu.
Dalam perjanjiannya bersama Rozan, Alina menambahkan perjanjian bahwa Rozan akan memberikan pekerjaan yang layak untuk Dimas dikemudian hari. Pekerjaan yang tidak perlu mengeluarkan tenaga yang besar mengingat jantung Dimas yang lemah dan pekerjaan yang memiliki gaji yang baik.
Alina sudah menandatangani surat persetujuan operasi untuk Dimas. Alina meminta pada Rozan untuk operasi tersebut dilakukan di luar negeri dengan dokter terbaik.
Seminggu setelah penandatangan surat persetujuan hari ini Dimas bersama Syaila akan berangkat ke Singapura untuk melakukan operasi. Syaila yang dihubungi oleh Alina untuk menemani kakak nya sangat bersedia.
Orang tua Dimas yang mengetahui kabar tersebut juga sangat bahagia. Berksli-kali mereka bertanya pada Alina dari mana mendapat uang tersebut namun Alina tidak mau menjawab.
Alina sudah sangat kecewa dengan orang tua Dimas. Tak lupa Alina juga mentransfer uang ke rekening orang tuanya untuk keperluan selama Dimas belum pulih. Sikap orang tua Dimas juga berubah setelah melihat rekeningnya. Namun Alina sudah kepalang kecewa dengan mereka.
"kak Al kenapa ga ikut jagain kak dim?", Tanya Syaila
"maaf ya sya kaka masih ada urusan jadi ga bisa nemenin", jawab Alina
"kak Al maafin ibu sama ayah ya kemaren udah ga baik sama kak Al", ucap Syaila meminta maaf kepada Alina
"gapapa sya, kamu jaga diri ya disana nanti kak Al bakal kesana kalo urusannya udah selesai", ucap Alina
"iya kak Al semoga urusannya cepet selesai ya" ucap Syaila
Orang tua Dimas menunggu disamping brankas Dimas yang akan diterbangkan menuju Singapura.
"sya jaga kakak mu baik-baik ya", ucap ibu Dimas
"iya Bu Syaila bakal jagain kak dim sampe sembuh", ucap Syaila
Mereka pun saling berpamitan kemudian setelah kepergian Dimas dan Syaila, Alina memilih untuk datang ke pengadilan agama agar cepat selesai dengan urusannya.
****
"pak saya mau mendaftarkan gugatan cerai", ucap Alina menahan tangis
"atas dasar apa mba?", Tanya petugas pengadilan agama
"saya sudah tidak diberi nafkah lahir batin selama 6 bulan", jawab Alina
"data nya sudah siap mba?", Tanya petugas lagi
"sudah pak", ucap Alina kemudian menyerahkan dokumen yang telah ia siapkan.
Setelah selesai dengan urusan pendaftaran gugatan Alina diterima dan akan dilakukan sidang seminggu lagi.
Sesampainya Alina di kontrakannya ia menangis sejadi-jadinya. Alina meratapi jalan hidup nya yang harus rumit seperti ini.
Ketika ia sudah menaruh harapan pada kebahagiaan di kemudian hari ia malah dipatahkan dengan kenyataan sekarang.
Harapan atas mendapat keluarga utuh yang memberi kenyamanan kini lenyap sudah. Alina sangat mencintai Dimas karena Dimas lah yang sudah membuat Alina merasakan hangat nya keluarga.
KAMU SEDANG MEMBACA
my forced husband (END)
FanfictionAlina Salma terpaksa bercerai dengan suaminya yang terbaring lemah dirumah sakit. Demi bisa membayar pengobatan suaminya ia berhutang kepada salah satu teman lama nya yaitu Rozan Paulian yang ternyata sudah menyukainya sejak lama. Rozan mengajukan p...
