bunda aliya

7.9K 358 3
                                        

Betapa penuh pikiran Alina sekarang. Memikirkan perasaan Dimas dan keluarga ketika tau bahwa Alina menceraikannya.

Kembali bertemu dengan Rozan setelah kejadian beberapa tahun yang lalu membuat Alina yang sudah melupakan kejadian itu sedikit mengingat lagi.

Benar-benar diluar kendali Alina bahwa akan secepat ini ia mengandung anak Rozan. Sebenarnya mereka jarang berhubungan sebab Alina yang sekelibat mengingat wajah Dimas saat berhubungan bersama Rozan. Rozan juga tidak ingin memaksa Alina, Rozan selalu memilih untuk mengalah dan menghargai sikap Alina.

Hari ini Alina hanya berdiam diri di rumah, sebenarnya bersama bunda Aliya tetapi Alina memilih untuk mendekam di kamar.

Merasa bosan di dalam kamar dengan riuh pikirannya. Alina memilih untuk keluar kamar dan membuat teh untuk meredakan pikirannya.

"buat apa Lin?", Tanya bunda Aliya

"eh ini Bun buat teh anget", jawab Alina

"kamu hari ini ada acara?", Tanya bund Aliya

"engga ada Bun, kenapa?", Ucap Alina

"bunda mau ajak kamu nyalon sama massage mau ga?", Ajak bunda Aliya

"boleh Bun, Alin juga bosen dirumah terus cuby pasti juga pengen jalam-jalan", ucap Alina

"iyaa kamu tuh kalo hamil muda gini harus sering refreshing sayang jangan banyak fikiran karena kalo banyak fikiran nanti akibatnya ga baik buat cuby", jelas bunda Aliya sambil mengelus perut Alina

"hehe iya bunda", balas Alina

"nanti bunda kasih tau deh ke Rozan biar dia bawa kamu jalan-jalan", ucap bunda Aliya

"ih gausa lho bunda bang Rozan kan sibuk sama kerjaannya", ucap Alina

"ya emang seharusnya dia jadi suami siaga sayang, apalagi kamu lagi hamil muda gini", ucap bunda Aliya

Alina hanya tersenyum ia tidak bisa berkata-kata lagi.

Tidak tau saja bunda Aliya ini kalau Alina bahkan tidak mau dibantu saat mual dipagi hari. Gimana Rozan mau jadi suami siaga jika bantuannya saja di tolak mentah-mentah.

"yauda habis ini siap-siap ya bunda mau suruh pak Jaka siapin mobil", ucap bunda Aliya

"siap bunda", jawab Alina kemudian pergi ke kamar untuk bersiap pergi.

Saat dalam perjalanan bunda Aliya tak henti-hentinya mengingatkan Alina tentang kehamilannya.

"sayang kamu harus makan yang banyak lho yaa, pokoknya walaupun mual tetep aja kamu harus makan buat asupan cuby", ucap bunda Aliya

"iya bundaa, bunda ih dari tadi ngingetin itu mulu ga bosen?", Ucap Alina gemas dengan ocehan bunda nya

"bunda ga akan bosen ngingetin kamu sayang", jawab bunda Aliya

"makasi ya bunda udah mau perhatian sama Alin", ucap Alina sambil menggenggam tangan bunda Aliya

"udah semestinya bunda perhatian sama kamu Lin, jangan sungkan buat bilang apapun ke bunda ya sayang", ucap bunda Aliya mengelus puncak kepala Alina

"makasi ya bunda", ucap Alina kemudian memeluk bunda Aliya

Memang tak jarang bunda Aliya memberikan perhatian yang berlebih kepada Alina. Mulai dari membuatkan susu hamil hingga hal hal kecil lain yang membuat Alina merasa sangat di sayangi.

Sebenarnya jika masalah perhatian, Rozan lebih perhatian daripada bunda Aliya. Semenjak mengetahui kehamilan Alina, Rozan langsung membeli keperluan-keperluan ibu hamil untuk Alina.

my forced husband (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang