gelombang cinta

8K 371 18
                                        

Sudah tinggal menghitung hari untuk menuju kelahiran buah hati Rozan dan Alina. Mereka sedang mempersiapkan keperluan untuk di rumah sakit agar jika sudah kontraksi bisa langsung ke rumah sakit tanpa riweh beres-beres lagi.

Rozan diminta Alina untuk membantunya dan akan diberi hadiah, namun entah apa yang akan Alina berikan yang penting Rozan sangat ikhlas membantu sang istri walaupun tanpa hadiah.

"apa yang harus aku ambilin sayang?", Tanya Rozan yang sudah berdiri di depan almari khusus untuk keperluan anaknya.

"ambil baju nya dulu deh, terus apalagi ya oh bedong terus jarik terus Pampers apalagi ya eeee", ucap Alina berpikir

"pelan-pelan dong sayang", ucap Rozan

"hehe aku kan lagi mikir bang", ucap Alina.

"coba ulangi pelan-pelan biar aku ambilin", ucap Rozan

"baju sama popok dulu deh", ucap Alina, Rozan dengan cekatan langsung mengambil kan apa yang diperintahkan.

Alina menerima uluran yang Rozan berikan dan ditatanya di tas yang kan dibawa ke rumah sakit.

"apalagi sayang?", Tanya Rozan

"kain bedong sama kain jarik", ucap Alina

"apalagi?", Tanya Rozan

"apa ya?kamu mau cuby langsung pake pampers atau popok dulu?", Tanya Alina

"aku ngikut kamu aja sayang", jawab Rozan

"yauda kita bawa dua-duanya aja tadikan popok udah berarti pampersnya tolong ambilin di keranjang samping almari itu", ucap Alina.

"Yeay udah, ini aja dulu lah nanti biar di cek sama bunda kalo ada yang kurang baru ditambahin", ucap Alina senang.

"okey kalo gitu sekarang mana hadiah buat aku?", Tanya Rozan

"ih inget aja deh", jawab Alina

"ya inget dong masa mau dikasih hadiah lupa", ucap Rozan

"yauda sini ayo ke tempat tidur", ucap Alina mengajak Rozan ke tempat tidur.

"apa hadiahnya sayang?", Tanya Rozan yang sudah berbaring di samping Alina

"hadiahnya adalah aku belum pumping hari ini jadi kamu yang bantuin aku", ucap Alina

"hah serius sayang?", Tanya Rozan. Alina mengangguk sebagai jawaban. Rozan senang bisa membantu Alina mengeluarkan ASI-nya  kemarin-kemarin Alina pasti selalu lupa kalau Rozan ingin membantunya.

"mulai hari ini sampai cuby lahir kamu yang bantuin aku buat pumping okey", ucap Alina. Rozan yang sudah fokus mencecap puting Alina hanya bisan mengangguk.

"pelan-pelan dong bang ih", kesal Alina pasalnya Rozan sangat semangat. Dan Rozan pun memelankan hisapannya

"nanti kalo cuby udah lahir kita harus sayangi dia ya pokonya jangan sampa dia merasa kesepian, hidup sepi itu ga enak walaupun ga ada yang ganggu, pokonya kita harus kasih cuby cinta, sayang dan perhatian yang besar buat dia ya bang?", Ucap Alina dan diangguki oleh Rozan.

"aku udah ada nama buat cuby tau bang, tapi aku mau kasih tau ke kamu nya waktu cuby udah lahir pokonya kamu harus setuju sama usulan nama dari aku hehe", ucap Alina kemudian menatap suaminya.

"yeeu udah tidur dia", ucap Alina kemudian hendak melepas pay*dara nya dari mulut Rozan namun ternyata mulut Rozan tak mau lepas akhirnya Alina membiarkan bayi besar nya itu dan ikut terlelap.

****

Pagi ini Alina ditemani bunda Aliya sedang bermain gym ball dengan melihat video dari  YouTube yang ditmpilkan di televisi.

my forced husband (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang