pemulihan

5.2K 239 4
                                        

setelah mengetahui kabar keadaan Rozan bunda Aliya dan yang lain menuju rumah sakit. Pikiran mereka sudah tak karuan kekhawatiran menyeruak dalam hati dan fikiran mereka.

"Pras gimana keadaan anak bunda?gimana Pras?", tanya bunda Aliya panik

"tenang Bun jangan panik, Rozan gapapa tadi dia kena luka tusuk di perut lambungnya luka dikit tadi udah di operasi sekarang tinggal nunggu siuman", jelas Pras dengan tenang agar tak menambah kepanikan

"terus Alina mana?kok ga disini?dibawa kemana dia?", Tanya bunda Aliya lagi

Sungguh pikiran bunda Aliya hanya terisi oleh dua anaknya. Kepanikan akan kejadian yang tidak-tidak terbayang di otaknya.

"Alina juga gapapa Bun cuma tadi asam lambungnya naik karena perut nya ga keisi dari tadi pagi, sekarang dia lagi istirahat di ruang inap

Bunda Aliya sangat lemas mendengar penuturan Pras. Kedua anaknya kini terbaring di brankar rumah sakit. Kaki nya seolah enggan untuk diajak berdiri dengan kuat sehingga membuatnya terduduk.

"tolong antar bunda kesana ya kak, biar bang Rozan aku sama kak Nola yang jaga", ucap Naya

"oke nay, ayo bunda biar Pras antar", ucap Pras kemudian menuntun bunda Aliya.

Setelah sampai di ruangan Alina mereka langsung masuk dan melihat Alina yang sedang beristirahat.

Nayl yang menyadari kedatangan Pras dan bunda Aliya segera mendekati mereka dan menyalimi bunda Aliya.

"baru aja tidur atau udah lama?", Tanya Pras

"baru aja si 5 menit yang lalu", jawab Nayl

Bunda Aliya mendekati brankar yang berisikan Alina itu. Ia menggenggam tangan Alina seraya menangis. Seingatnya baru tadi pagi mereka bercengkrama tentang Ais yang semakin hari semakin lucu, tentang bagaimana sang bunda bisa menyetir mobil dan lainnya namun kini menantunya itu sudah tertidur di brankar rumah sakit. Alina yang belum nyenyak merasa terganggu dan membuka matanya.

"bundaa", ucap Alina lirih

Bunda Aliya yang menunduk segera mendongakkan kepalanya.

"kamu gapapa kan sayang?yang sakit sebelah mana?katanya perut kamu sakit?udah makan?mau bunda suapin?", Tanya bunda Aliya bertubi-tubi.

"bunda pelan-pelan tanyanya Alin bingung mau jawab yang mana dulu", ucap Alina terkekeh

"kamu kok malah ketawa sih sayang bunda serius", ucap bunda Aliya

"sakit Alin udah mendingan Bun", ucap Alina

"syukurlah kalo gitu Alhamdulillah", ucap bunda Aliya

"maaf ya Bun", ucap Alina

"kenapa minta maaf sayang?kamu ga salah apa-apa", ucap bunda Aliya

"Alin udah buat bang Rozan kesakitan hiks karena lindungin Ais bang Rozan jadi kena hiks", ucap Alina menangis

"gapapa sayang kamu ga salah, sudah seharusnya Rozan berlaku seperti itu gapapa sayang kamu ga salah ini udah jalan takdir", ucap bunda Aliya memeluk Alina

"maaf ya bundaa", ucap Alina lagi

Setelah adegan berpelukan itu bunda Aliya menyuruh Alina untuk beristirahat lagi agar badannya cepat vit dan bisa kembali untuk putrinya.

Rozan mengerjapkan matanya, terdengar suara alat pendeteksi jantung dan bau obat yang menyeruak pada indra penciumannya.

"Aliiinn... Aliinnnn...", Racau Rozan

Naya yang melihat itu segera memanggil dokter untuk segera mengecek keadaan kakak laki-lakinya itu.

Dokter pun segera datang dan memeriksa keadaan Rozan. Setelah beberapa pemeriksaan Rozan pun akan dipindahkan ke ruang rawat inap.

my forced husband (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang