menjelang akhir

2.8K 150 2
                                        

Perjalanan menuju kantor polisi terasa mencekam karena mereka takut jika polisi tau bahwa Dimas terluka akibat dari siksaan mereka.

Rozan, Nayl dan Pras sudah memiliki rencana agar Dimas bisa tutup mulut akan apa yang mereka lakukan tapi tetap saja mereka takut jika polisi curiga.

Sesampainya di kantor polisi Rozan langsung berjalan masuk untuk menemui Dimas terlebih dahulu sebab ingin melakukan negosiasi.

"selamat siang pak Rozan", sapa polisi tersebut dengan menyalimi Rozan

"selamat siang pak, boleh jika saya bertemu dengan Dimas terlebih dahulu?saya ingin melihat keadaannya", ucap Rozan

"boleh pak silahkan mari saya antarkan", ucap polisi tersebut

"saya tunggu di luar ya pak", ucap polisi tersebut

Dimas sedang terbaring di brankar perawatan. Polisi mengatakan bahwa ia pingsan akibat kekurangan darah dan jantungnya sedikit bermasalah.

"gue gamau lama-lama disini, gue cuma mau bilang jangan pernah bilang ke polisi kalo gue yang lakuin ini ke Lo", ucap Rozan

"gue bakal bilangin ke polisi biar kita sama-sama tinggal di penjara", ucap Dimas

"hahaha lo berani?, kalo sampe lo lakuin itu gue bakal cabut tuntutan gue dan gue bakal siksa lo lebih dari kemarin", ucap Rozan

"kalo gue laporin ke polisi lo masuk penjara jadi ga akan bisa cabut tuntutan gue", ucap Dimas

"ya terserah kalo emang mau lo kaya gitu, bahkan kalaupun gue dipenjara gue juga lebih bisa lagi nyiksa lo, gue tinggal bayar napi-napi disini gampang kan?", Ucap Rozan

"oke gue ga bakal lapor", final Dimas

"nah dari tadi kek, lama", ucap Rozan

Rozan segera keluar dari ruang rawat tersebut. Setelah menemui Dimas polisi meminta kesaksian Pras dan Nayl yang telah membawa Dimas ke kantor polisi.

Mereka mengarang cerita supaya polisi tak curiga. Tak terlalu lama akhirnya mereka menyelesaikan urusannya dengan polisi.

"baik pak, mungkin dalam waktu dekat kami akan memanggil para saksi untuk di wawancarai, mengingat kesalahan yang dilakukan cukup banyak maka sepertinya sidang akan berlangsung lama", ucap polisi tersebut

"tidak papa pak kami siap untuk mengawal mereka sampai mendapatkan hukuman yang setimpal", ucap Rozan

"baik pak", ucap polisi

"terimakasih pak, kami senang bekerjasama dengan kepolisian", ucap Rozan

"tanpa pak Rozan kami juga tidak mungkin berhasil menangkap pelaku, kami ucapkan terimakasih pak", ucap polisi

"baik kalo begitu kami pamit pak", ucap Rozan kemudian menyalimi polisi tersebut dan pergi.

****

Seminggu sudah Alina berada di rumah sakit, ia sudah tak sabar ingin pulang ke rumah karena sudah sangat merasa bosan berada di rumah sakit. kehilangan adalah suatu hal yang menyakitkan namun karena kehangatan keluarga Rozan, Alina menjadi sangat mudah untuk menerima takdir ini.

"kata dokter hari ini kamu udah boleh pulang", ucap Rozan

"benran?aaa seneng banget akhirnyaa aku udah bosen banget tau bang di rumah sakit pengen jalan-jalan", ucap Alina

"okey kita jalan-jalan kalo kamu udah sembuh total ya", ucap Rozan

"gimana bang udah boleh pulang?', tanya bunda ALiya yang baru keluar dari kamar mandi

"udah boleh bun, ini Rozan mau urus administrasinya", ucap Rozan

"yaudah bunda beres-beres kamu urus administrasinya sana", ucap bunda Aliya

my forced husband (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang