Baby By Me !
IV
Winwin memutuskan untuk kembali ke china kampung halamannya. Dirinya bekerja serabutan mengerjakan pekerjaan apapun yang mampu dirinya kerjakan.
Sebenarnya jika dibandingkan dengan di china, gaji winwin di korea lebih besar dari tempatnya bekerja sekarang. Tapi mau bagaimana lagi, winwin tak akan mau kembali lagi kesana. Winwin ingin menghilang dari kehidupan yang membuatnya trauma, walau disini winwin harus lebih ekstra lagi dalam bekerja. Dirinya punya sekitar 3 tempat kerja karna biaya hidup disini tak mencukupi jika winwin hanya bekerja disatu tempat.
Seperti biasa, winwin yang pulang bekerja harus membersihkan diri. Badannya lengket karna asi yang terus menerus keluar dari putingnya. Walau laki-laki, winwin diberikan berkat oleh tuhan untuk bisa menyusui.
Winwin mengambil pompa asi elektrik didalam laci, setiap pulang kerja winwin selalu menyempatkan memompa payudaranya agar tak membengkak dan berujung sakit.
Asi yang sudah terisi penuh itu winwin taruh didalam wadah plastik, lalu ditaruhnya dikulkas. Bahkan didalam kulkasnya penuh akan kantung-kantung asi yang mungkin sebagian sudah basi karna dari awal keluar winwin tak pernah membuangnya.
Jika winwin menyusui anaknya, pasti bayi itu semakin gendut karna tak kekurangan asi. Winwin menangis lagi, dirinya gagal menjadi orang tua. Kenapa tuhan memilihnya untuk menjadi orang tua bayi itu. Ada sedikit penyesalan dalam hatinya meninggalkan bayi itu. Tapi winwin tak punya pilihan, biarkan anak itu diambil oleh seseorang dan dirawatnya. Winwin miskin, dirinya takut tak bisa mencukupi kehidupan bayinya. Winwin tak mau bayinya tumbuh dalam kekurangan. Walau winwin tak tau pasti bayi itu masih hidup sampai saat ini atau tidak.
Saat hendak pergi ke arah ranjang untuk tidur, pintu kamar apartemen sederhana yang winwin sewa berbunyi. Seperti tak ada hari esok orang didepan terus menerus mengetuk pintu dengan kencang.
Mau tidak mau winwin membuka pintu itu, betapa terkejutnya dia saat tiga laki-laki berbadan besar masuk menerobos kedalam mengacak-acak seisi rumah winwin.
Winwin yang ketakutan hendak kabur, tapi tangannya ditahan begitu saja oleh salah satu orang.
"Mau kemana kau? Aku disini untuk menagih hutang kedua orang tuamu!" Begitu seram wajahnya sampai badan winwin bergetar hebat.
"A...aku...janji...a...akan...melunasi....beri..aku...waktu" beginilah resiko jika winwin kembali keasal tempatnya berada. Dirinya harus siap untuk dihantui dengan rentenir-rentenir yang meminjamkan kedua orang tuanya uang. Winwin tak tau harus bagaimana lagi menghadapi mereka semua.
"Alasan saja, dari dulu kau tak pernah melunasinya."
"Ti...tidak...kali..ini...aku...janji" winwin menatap melas orang didepannya.
"Bos lihatlah, sepertinya dia punya anak" salah satu dari ketiga orang itu menemukan kantung-kantung asi yang berada dikulkas dan dimeja karna winwin belum menaruhnya.
"Dimana anakmu!! Cepat cari anaknya!" Mereka mencari keberbagai sudut rumah, tapi nihil mereka tak menemukannya.
"Dimana anakmu!!"
"Di..dia...sudah mati" winwin menangis lagi.
Salah satu orang membisikkan sesuatu kepada bos nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby By Me ! | Yuwin
FanficYuta tak tau takdir membawanya kepada renjun. Anak yang dirinya temukan berada di wilayah villa tempat menetap sementara yuta, renjun ditinggalkan begitu saja oleh orang tua kandungnya. Awalnya yuta sama sekali tidak ingin renjun terus bersamanya...
