Baby By Me!
XLII
Sudah 3 hari ini yuta sibuk mengurus doyoung, keadaan doyoung masih belum stabil saat ini. Terkadang doyoung menangis, menjerit, berteriak dengan kencang membuat yuta dan orang-orang yang ada didalam mansion yuta kelimpungan mengurus doyoung seorang.
Itu juga salah satu alasan yuta 3 hari ini tidur sekamar dengan doyoung, agar doyoung masih bisa dipantau dan dijaga oleh yuta sendiri. Sudah beberapa dokter psikolog serta konsultan kejiwaan didatangkan oleh yuta, tapi doyoung tetap dengan keadaannya yang seperti itu.
Dirinya seolah tak ingin siapapun untuk ikut andil dalam kehidupannya. Hanya yuta seorang yang dapat diterima saran dan juga perkataannya oleh doyoung. Doyoung tak ingin orang lain terlibat dalam kehidupannya kecuali orang-orang yang mengenal dalam dirinya, salah satunya yuta.
Yuta mengambil sesendok nasi serta lauk pauk, membawa sendok itu mendekat kearah mulut doyoung.
"Ayo kim dimakan dulu, nanti kau bisa sakit jika tak memakan apapun dari pagi!" doyoung menggeleng, dirinya tak punya nafsu makan saat ini. Dipipinya mengalir lagi air mata yang sedari tadi ditahan olehnya.
Yuta memegang tangan dingin dan kurus doyoung, membawanya mengelus perut besar doyoung sendiri.
"Kau memang tidak lapar kim, tapi anak-anakmu butuh asupan agar mereka bisa tumbuh menjadi besar dan kau bisa segera melihat mereka lahir didunia ini!" Doyoung menangis lagi, dirinya lupa bahwa dirinya tengah hamil saat ini. Doyoung egois hanya mengikuti kemauan dirinya sendiri tanpa tau ada bayi-bayinya yang tersiksa jika dirinya terus menerus seperti ini.
"Yu...yuta...bayi-bayiku...." doyoung melihat perutnya, kembali mengelus lembut karna keduanya bergerak sedikit aktif didalam. Sebenarnya dirinya tak boleh seperti ini, tapi doyoung juga tak mengerti dirinya seperti kehilangan arah.
Anak-anak yang selalu menjadi alasan dan penyemangat untuk terus kuat seolah tak berarti apapun untuk doyoung beberapa hari ini. Dirinya benar-benar merasa hampa, doyoung sangat membutuhkan seseorang untuk terus berada disisinya.
Doyoung membutuhkan jaehyun.... ayah dari anak-anaknya...
"Apa kau tau mereka juga bisa merasakan apa yang tengah kau rasakan kim, jika kau bersedih mereka juga ikut bersedih. Jika kau kecewa mereka juga merasakan kekecewaan yang kau rasakan, dan juga jika kau bahagia mereka akan merasakan kebahagiaan yang sama seperti apa yang tengah kau rasakan saat ini. Semua itu tergantung padamu, mereka bergantung pada apa yang saat ini tengah kau rasakan. Kuharap kau perlahan bisa sesekali tertawa dan mengurangi kesedihanmu, agar kedua bayimu ikut bahagia disaat ibunya tertawa." Yuta tersenyum tulus pada doyoung, dirinya hanya ingin melihat doyoung kembali ceria seperti doyoung yang dirinya kenal dulu.
Memang harus esktra sabar menghadapi doyoung saat ini, yuta paham akan hal itu karna yuta juga pernah dihadapi dengan mood swing winwin dulu. Tak berbeda jauh dari winwin keadaan doyoung saat ini.
"Maaf yuta aku selalu melibatkan dirimu dalam kehidupanku..."
"Tak masalah kim... aku senang bisa membantumu saat ini... jangan kau fikirkan apapun lagi, kau hanya harus fokus terhadap kebahagianmu bersama anak-anakmu..."
Berbicara tentang winwin sudah beberapa hari ini yuta mengabaikan istrinya dan juga anaknya renjun. Dirinya hanya sibuk dengan urusannya dengan doyoung, yuta hanya berharap winwin memaklumi sikapnya saat ini yang memang hanya berfokus untuk mengurus doyoung terlebih dahulu sampai kondisi mantan kekasihnya kembali stabil.
""
Yuta nampak buru-buru memakai celana pendek dan juga baju tidurnya, dirinya tak boleh berlama-lama meninggalkan doyoung didalam kamarnya. Walaupun ada beberapa bodyguard dan juga maid yang menjaga doyoung, tetap saja yuta tak bisa meninggalkan doyoung terlalu lama, khawatir doyoung mencari dirinya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby By Me ! | Yuwin
FanfictionYuta tak tau takdir membawanya kepada renjun. Anak yang dirinya temukan berada di wilayah villa tempat menetap sementara yuta, renjun ditinggalkan begitu saja oleh orang tua kandungnya. Awalnya yuta sama sekali tidak ingin renjun terus bersamanya...
