Yuta tak tau takdir membawanya kepada renjun. Anak yang dirinya temukan berada di wilayah villa tempat menetap sementara yuta, renjun ditinggalkan begitu saja oleh orang tua kandungnya.
Awalnya yuta sama sekali tidak ingin renjun terus bersamanya...
"Terimakasih....." waiters menaruh teh jahe yang doyoung pesan dimeja depan. Dirinya tengah menunggu jungwoo yang mengajaknya bertemu hari ini.
Suasana dicafe siang itu tenang, wangi coffe tercium sangat menggiurkan untuk dicoba. Tapi sayangnya doyoung tak bisa memesannya karna dirinya tengah hamil, kandungan kafein yang ada tak baik untuk bayi-bayinya.
Walau banyak pengunjung yang datang hampir semuanya sibuk dengan telepon pintar ataupun laptop yang ditaruh dimeja masing-masing, karna doyoung datang disaat jam kerja sedang berlangsung.
Entah apa yang ingin dibicarakan jungwoo, sehingga dirinya meminta doyoung untuk bertemu dan mengobrol 4 mata dengannya. Mungkin ini juga saat yang tepat untuk bertanya kepada jungwoo pasal jaehyun, bisa saja dirinya dapat mengulik hal yang jaehyun ceritakan kepada jungwoo.
"Jungwoo....disini!!" Doyoung melambaikan tangan saat dirinya menemukan jungwoo yang nampak kebingunggan mencari dimana dirinya berada.
"Maaf hyung....kau jadi menunggu lama..." jungwoo duduk didepan doyoung tak enak hati karna sedikit telat datang dari jam yang sudah ditentukan keduanya.
Jungwoo nampak pucat saat ini, badannya pun lesu seperti tak bertenaga. Kantung mata yang besar membuat doyoung heran dengan teman modelnya ini, jungwoo dikenal sangat memperhatikan penampilannya baik disaat dirinya ada job model ataupun tidak.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau ingin pesan apa? Biar aku panggil waiters disini!"
"Jus wortel dicampur tomat!" Doyoung mengernyitkan wajahnya, tak biasanya jungwoo memesan minuman seperti itu. Tapi dirinya tak ambil pusing, doyoung tetap memesan apa yang jungwoo inginkan.
"Jadi apa yang ingin kau katakan padaku jungwoo?" Doyoung mengelus perutnya yang nyeri akibat tendangan kedua bayinya.
Jungwoo terdiam, menatap perut membesar doyoung. Dirinya ragu untuk mengatakan hal ini kepada hyungnya. Dirinya takut doyoung kecewa dan marah terhadapnya, apalagi ini menyangkut suaminya jaehyun.
"Hei...kau baik-baik saja jung?" Doyoung memegang tangan dingin jungwoo, dirinya melihat jungwoo meneteskan air mata yang mengalir ke pipinya. Walau ada perasaan tak suka terhadap jungwoo karna dirinya dekat kembali dengan suaminya, tetap saja doyoung merasa iba karna jungwoo adalah teman seperjuangannya dulu.
Jungwoo juga dikenal sebagai pribadi yang ceria dan selalu menghibur orang-orang yang berada disekitarnya, aneh saja sikapnya berubah murung seperti ini.
Nampak jungwoo mengambil tas jinjingnya yang ditaruh dikursi samping, dari dalam tas doyoung melihat jungwoo mengeluarkan secarik kertas. Keadaan kertas itu lecek, bahkan disudut kanannya hampir sobek jika tidak dijaga dengan baik. Jungwoo memberikan secarik kertas itu kepada doyoung.