Guard

1.8K 158 103
                                        

Baby By Me !

LIII

Winwin tersenyum mendengar tawa nyaring kedua anaknya yang menggema sampai kedapur. Kebetulan jarak antara ruang keluarga dan juga dapur tak terlalu jauh.

Penyebab tawa keduanya adalah shohei yang asik mengajak bermain sambil bercanda dengan anak-anaknya.

Winwin senang, keduanya bisa akrab dengan shohei walau mereka baru saja mengenal orang kepercayaan keluarga nakamoto itu selama beberapa bulan.

"Baba!!!" jisung nampak menghampirinya, mengulurkan tangan untuk meminta gendong padanya.

"Tunggu sebentar sayang, hanya tinggal beberapa bahan lagi..." winwin yang sibuk memotong bahan dapur mengalihkan pandangannya pada jisung dibawah.

"Awww!" Disaat pandangannya terbagi kepada jisung, winwin tak sengaja melukai jarinya dengan pisau yang dirinya gunakan.

"Kau tak apa win?" Shohei yang mendengar teriakan winwin segera berlari menghampiri karna khawatir.

Dirinya yang melihat jari winwin yang berdarah segera membawa winwin kearah wastafel. Membiarkan jari winwin yang terluka dialiri oleh air bersih.

"Saya sudah bilang berapa kali, biar maid saja yang memasak. Jika seperti itu, tanganmu tak akan terluka seperti ini!"

Dengan telaten shohei membersihkan dan mengobati jari winwin yang terluka, walau dibarengi dengan ocehan lembut yang terkadang membuat winwin lelah saking overprotective shohei kepada dirinya dan juga anak-anak.

Beberapa kali ditiup tangan winwin yang terluka olehnya, agar perih yang winwin rasakan sedikit reda.

"Ini hanya luka kecil! Tak perlu diperdebatkan, sesekali aku juga ingin memasak didapur dan tak selalu duduk saja dan merepotkan orang-orang yang ada disini." Winwin yang sudah biasa aktif bergerak tak betah hanya duduk-duduk saja dan tak melakukan apapun.

"Iya saya mengerti, yang terpenting kau harus lebih berhati-hati lagi kedepannya!" Shohei masih memegang tangan winwin walaupun dirinya sudah selesai mengobati. Winwin yang terus dipegang tangannya dan ditatap intens oleh orang didepannya, merasa sedikit canggung.

"I..iya! Aku akan lebih berhati-hati!" Winwin menarik tangannya yang terus dipegang oleh shohei, Shohei hanya bisa tertawa melihat ekspresi winwin yang menggemaskan. Tak berbeda dengan renjun yang sedang merajuk jika tengah diberi nasihat olehnya.

"Mau kemana lagi??" Shohei melihat winwin yang ingin beranjak pergi kedapur.

"Tanggung! Aku akan tetap memasak untuk makan malam!"

"Tidak! Tidak! Biar maid saja yang memasak, saya tak ingin kau kembali terluka!"
Shohei menghampiri winwin.

"Tidak biar aku saja..yak!! Turunkan akuuuu!!!" Shohei nampak menggendong winwin seperti karung untuk menjauh dari dapur.

"Turunkan akuu!!" Winwin nampak memukul-mukul punggung shohei pelan. Shohei menurunkan winwin begitu mereka sudah berada lumayan jauh dari dapur.

"Sekali saya bilang tidak! Ya tidak!"

"Ya! Ya! Terserah kau saja! Kau sangat cerewet shohei-shii!!" Shohei hanya tertawa mendapat ledekan dari winwin.

""

Hyoyeon berjalan kearah ruang kantornya, nampak sekretaris pribadinya membisikkan sesuatu kepadanya.

"Mau apalagi anak sialan itu kekantorku!!" Pintu kantor terbuka, didepan sofa nampak yuta duduk tengah menunggu dirinya. Dirinya berjalan menuju kursi kebesarannya dengan mengabaikan yuta.

Baby By Me ! | Yuwin Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang