Fault

1.4K 170 22
                                        

Baby By Me !

LXI


⚠️ Terdapat beberapa adegan kekerasan, jika kalian kurang nyaman atas tulisanku jangan terus memaksa untuk membaca ya !

Air mata terus jatuh, mengalir deras tanpa mau berhenti. Tak ada suara tangis yang keluar dari mulutnya. Hanya sesegukan yang tertahan, tak mampu keluar untuk diluapkan. Diterpa begitu banyaknya badai, membuat dirinya sudah terbiasa ditemani oleh riuhnya suara dipikiran.

Melihat kembali tangannya yang dilumuri darah bergetar, rasa ketakutan menyelimuti seluruh raganya.

Takut.....

Rasanya lebih menakutkan dibandingkan trauma-trauma yang dirinya alami sendiri dan lalui.

Harus bagaimana dirinya menghadapi situasi yang membuatnya ketakutan sampai ingin mati saja rasanya detik ini juga?

Dimana anak-anaknya kini?

Kemana shohei membawanya?

Apakah anak-anaknya baik-baik saja?

Pertanyaan itu terus berulang dikepala winwin....

Bagai alunan musik yang tak berirama....

Winwin takut anak-anaknya terluka...

Winwin takut mereka tak dapat direngkuh kembali olehnya...

Tangannya yang bergetar, berusaha mengambil telepon pintar. Ingin mencari bantuan kepada siapapun yang bisa dirinya hubungi. Baru bisa sedikit berpikir jernih setelah jatuh dalam pikiran-pikiran kalutnya.

Panggilan pertama jatuh pada eomma hyoyeon, tapi tak diangkat.

Percobaan kedua winwin menghubungi taeyong, sama seperti sebelumnya tak diangkat juga.

Opsi terakhir adalah menghubungi yuta, rasanya sangat salah menelpon yuta saat dirinya menolak seluruh bantuan yuta kemarin.

Winwin masih memberi egonya ruang untuk tetap pada pendiriannya bahwa dirinya tak membutuhkan ayah dari anak-anaknya.

5 menit berlalu, matanya memandang telepon yang tergeletak di lantai. Winwin hanya perlu menekan tombol panggilan yang ditujukan untuk yuta, tapi rasanya sangat berat untuk dilakukan.

Matanya menjelajah, melihat keseluruh sisi ruang kamarnya. Dimeja nakas terdapat foto ketiganya. Renjun dan jisung yang nampak tersenyum bahagia dipelukan ayah mereka.

Apakah senyuman bahagia mereka akan hilang dalam hidupnya? Winwin tak ingin kehilangan anak-anak yang dirinya sayang, karna seluruh hidupnya winwin serahkan pada mereka yang membuat winwin dapat bertahan sampai saat ini.

Tangannya mencoba meraih benda persegi itu, dengan gemetar kembali mencoba menekan layar tepat ditengah.

"Halo! Win! Kenapa menelpon saya?"

Suara diseberang menyapa telinganya, winwin hanya terdiam. Lidah serta mulutnya kelu, tak bisa mengeluarkan sepatah katapun.

"Win? Halo? Kau masih disana? Kenapa menelpon saya!?"

"To....to...tolong! To....long!"

Hanya itu yang mampu diucapkan olehnya, dirinya menjatuhkan kembali ponselnya. Dapat terdengar suara yuta yang masih bertahan pada panggilan itu untuk bertanya pada winwin. Tapi dirinya tak bisa menjawab lagi pertanyaan-pertanyaan yang yuta ajukan padanya.

Memilih meringkuk dan kembali menangis tanpa suara.

""

Mobil yang dirinya tumpangi sampai pada halaman rumah winwin, yuta dengan cepat berlari masuk menuju kedalam rumah.

Baby By Me ! | Yuwin Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang