Trigger

2.5K 237 22
                                        

Baby By Me !

XXXII

"Kau yakin tak ingin ditemani oleh saya?" Yuta bertanya kepada winwin yang masih bersiap memakaikan renjun baju kuning cerahnya sehabis mandi pagi.

"Iya tuan, pagi ini tuan ada rapat penting yang tak bisa ditinggal. Lebih baik tuan bersiap untuk itu, aku juga pergi bersama salah satu maidmu, jadi kau tak perlu terlalu khawatir! Aku akan menghubungimu jika terjadi sesuatu"

Yuta masih ragu untuk membiarkan winwin berbelanja hanya berdua bersama renjun di salah satu grocery market. Winwin mengidam sangat ingin berbelanja berdua bersama renjun, hitung-hitung refresingnya dari waktu istirahatnya yang panjang akibat penyakit yang kemarin dirinya derita.

Entah kenapa semenjak kejadian terakhir kalinya winwin dirawat, yuta jadi lebih sedikit bawel dan overprotective terhadap semua kegiatan yang winwin lakukan. Seolah winwin tak boleh kelelahan sedikitpun, bahkan disaat winwin ingin menyuapi renjun yuta malah menyuruh para maid dirumahnya. Padahal itu adalah salah satu hal yang mudah untuk dilakukan dan tak perlu mengeluarkan tenaga yang banyak.

"Sini biar saya yang pasangkan!" Yuta mengambil alih sepatu kuning yang senada dengan baju anaknya disaat winwin ingin jongkok memakaikannya. Renjun menggoyangkan kaki kecilnya saat papanya sibuk memakaikannya sepatu.

Yuta menyerahkan renjun kepada maid untuk digendong. Dirinya akan segera pergi kekantor.

"Ingat! Jangan menggendong renjun terlalu lama! Dan hubungi saya segera jika ada keadaan yang genting!" Winwin hanya dapat mengangguk, dirinya mengelus perut bulatnya yang genap memasuki usia kandungan ke 6 bulan minggu depan.

Sedikit senang akhirnya kemarin untuk pertama kalinya yuta melihat bayi kecilnya. Yuta sangat terlihat bahagia mengetahui bayi mereka kini sudah mulai bisa bergerak aktif didalam perut ibunya.

Sebelum yuta beranjak dari dalam rumah, dirinya menyempatkan mencium pipi dan juga perut gendut renjun. Lalu dirinya beralih mencium juga perut winwin yang sudah membesar sempurna. Menjadi sebuah kebiasaan untuk yuta sebelum beranjak pergi kekantor.

Hubungan keduanya perlahan membaik, mereka berdua nyaman untuk tinggal di satu atap tanpa adanya status hubungan lebih lanjut diantara keduanya. Yuta tetap bertanggung jawab kepada winwin dan juga anak-anaknya, kedua orang tua yuta pun tak pernah berbicara lagi pasal pernikahan diantara keduanya.

Toh mereka berdua yang menjalaninya, mereka hanya bisa berdoa yang terbaik untuk keduanya. Selama ini winwin tak masalah dengan hal ini, bahkan dirinya hampir tak pernah kambuh dari penyakit mentalnya, yuta menjaga winwin dengan baik.

Keduanya hanya fokus bagaimana memberikan renjun kesan dan momen yang baik dalam proses pertumbuhannya. Seperti orang tua pada umumnya yang hanya ingin terbaik untuk anak-anaknya. Dan juga menjaga dengan baik titipan yang masih berada didalam kandungan winwin.

"Aku berangkat!" Yuta beranjak pergi, dirinya melambaikan tangan kearah renjun. Renjun hanya bisa menggoyangkan badan digendongan maid sambil tertawa nyaring, karna yuta pergi menjauh tapi masih sambil menggoda dirinya.

""

""

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Baby By Me ! | Yuwin Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang