Baby By Me !
VI
"Dirinya hendak kabur tadi, tapi aku mampu menahannya" hyoyeon kembali menemui bong, dirinya ingin mendapat beberapa informasi terkait winwin. Winwin sedang tertidur dikamarnya, mungkin kelelahan menangis.
"Maafkan saya nyonya, saya akan memastikan dia tak akan bisa kemana-mana" atensi mereka teralihkan pada bunyi vas pecah yang nyaring.
Mereka bergegas kesumber suara, disana ada winwin yang merasa bersalah sedang membereskan pecahan vas yang dirinya senggol.
"Kau tidak apa-apa?" Hyoyeon menghampiri winwin.
"Nyonya, maafkan saya. Maafkan saya" winwin menggenggam tangan hyoyeon.
Tangisan bayi menggelegar didalam ruangan, salah satu maid datang bersama renjun yang tak bisa terdiam. Renjun terus menangis, seperti merasakan kegelisahan yang winwin rasakan saat ini.
"Maaf nyonya, tuan renjun tak diam juga menangis dari tadi. Saya sudah memberikan dia susu formula, tapi tuan renjun terus menolak dan memuntahkan susu yang saya berikan" tak biasanya begini, renjun selalu suka dengan susu formula yang dirinya komsumsi.
Hyoyeon mengambil renjun dari gendongan maid, menimang cucunya dengan pelan. Tetapi renjun tetap menangis, bahkan suaranya kini sudah tidak sekencang tadi. Suara renjun habis untuk menangis.
Winwin melihat renjun yang terus menerus menangis, membuat hatinya tergerak. Perlahan dirinya bangun dan mengambil renjun yang berada dalam gendongan hyoyeon. Lalu dirinya bergegas untuk kembali kekamar renjun untuk memberikan anaknya asi.
Dapat dilihat renjun sangat semangat menyusu pada puting winwin. Tangisan renjun reda, digantikan dengan suara kecipak dari mulutnya yang sibuk menghisap susu dari puting winwin.
Winwin dapat melihat bayinya lagi, dirinya mengelus pipi renjun dengan sayang. Air matanya kembali mengalir, membuat hatinya perih.
Pikiran winwin tergerak untuk terus berada disamping renjun. Tapi hatinya tak bisa, trauma akan masa lampau mengalahkan pikiran winwin yang ingin merawat renjun sama seperti dulu.
"Sebaiknya kau mempertimbangkan hal ini, aku benar-benar membutuhkanmu untuk menyusui cucuku." Hyoyeon berjongkok didepan winwin, memegang kedua tangan winwin yang dingin. Sambil berharap winwin merubah pikirannya.
Apakah takdir memang ingin winwin tetap berada disamping renjun. Merawatnya sampai waktu yang tuhan berikan untuknya?
Apakah ini kesempatan kedua untuk winwin menebus kesalahannya kepada renjun karna meninggalkannya?
Winwin masih bimbang, dirinya kembali menatap renjun yang matanya terpejam. Winwin melepaskan tautan bibir renjun, lalu kembali menurunkan bajunya.
Renjun sangat tenang dipangkuannya, anak ini mengerti ikatan batin orangtua dengan anak tak akan pernah putus. Sekalipun renjun sudah terpisah cukup lama dengan winwin.
"Aku akan mencobanya nyonya, aku akan tetap memberikan cucu anda asiku" hyoyeon yang mendengar hal itu langsung memeluk winwin.
"Terima kasih, terima kasih sayang kau mau melakukan hal ini demi cucuku" hyoyeon mencium kening winwin sayang, tak lupa kening renjun juga ikut dicium olehnya.
Winwin akan menebus semua dosanya kepada renjun, walau mereka tak akan bisa selamanya bersama. Inilah waktu winwin untuk renjun, hanya 2 tahun. Setelah itu winwin akan bebas melakukan apapun tanpa beban. Dirinya bisa kembali bebas dari bayang-bayang renjun dan orang itu.
""
Ten tengah menggendong haechan, usianya kini memasuki 2 bulan. Ten memandangi kaca apartemennya yang menampilkan rintikan hujan diluar.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby By Me ! | Yuwin
FanficYuta tak tau takdir membawanya kepada renjun. Anak yang dirinya temukan berada di wilayah villa tempat menetap sementara yuta, renjun ditinggalkan begitu saja oleh orang tua kandungnya. Awalnya yuta sama sekali tidak ingin renjun terus bersamanya...
