Unfair (2) - End

1.7K 153 23
                                        

Baby By Me !

LXVII

Andai waktu bisa diputar kembali, winwin lebih memilih untuk tak pernah mempertahankan kedua anak yang dirinya kandung saat itu.

Winwin lebih memilih renjun dan jisung tak pernah hadir dalam hidupnya sama sekali, walaupun mungkin kehadiran mereka adalah salah satu takdir serta anugerah yang diberikan tuhan untuknya.

Seolah melengkapi bagian hidup winwin yang hilang dan tak pernah disangka akan dimiliki olehnya...

Penawar dari segala hal buruk yang dirinya lalui dimasa lalu, renjun dan jisung hadir karna tuhan mengizinkan dirinya untuk merasakan kebahagiaan.

Terkesan sangat jahat mungkin pikiran itu, tapi bagi winwin melihat keduanya hanya bisa terus tertidur dengan selang infus dan beberapa alat penunjang hidup bersarang pada tubuh anak-anaknya, winwin benar-benar tak sanggup.

Biasanya rumah akan dipenuhi dengan canda tawa dari kedua buah hatinya, sesekali tangisan dan juga rengekan terdengar ditelinga.

Kini hanya keheningan yang menemani winwin...

Semuanya hilang dalam sekejap....

"Sayang...maafkan baba, maaf gara-gara baba... kalian jadi seperti ini..."

Jika ditanya siapa yang paling dirinya benci saat ini, winwin tak akan ragu menjawab bahwa winwin membenci dirinya sendiri.

Winwin benci, dirinya tak bisa melakukan apapun untuk melindungi anak-anaknya. Winwin benci, dirinya adalah penyebab mengapa renjun dan jisung menerima perlakuan yang kejam.

Penyesalan seolah menelan winwin dalam kegelapan... winwin menyesal membiarkan anak-anak menjadi korban.

Pintu terbuka, yuta berdiri diambang pintu selama beberapa saat sebelum dirinya menghampiri winwin yang duduk dikursi sebelah ranjang renjun.

Yuta terduduk dilantai, memeluk pinggang dan menenggelamkan wajahnya pada perut winwin.

Winwin dapat merasakan perlahan badan yuta bergetar, seiring dengan suara tangis yang tertahan diluapkan oleh yuta padanya.

Yuta menangis dipelukan winwin...

Laki-laki kuat itu kini mengadu padanya bahwa yuta tak sekuat itu untuk melalui semua ini...

Yuta tak sanggup, yuta tak rela, yuta tak bisa melihat anak-anaknya tersiksa...

Rasa sesak memenuhi dada, winwin tau yuta juga terluka dan terpukul disini...

Winwin tak pernah melihat yuta serapuh ini selama mereka bersama, yang winwin tau yuta adalah sosok yang kuat dan keras kepala...

Winwin juga memilih untuk duduk dilantai, setia memeluk dan membelai lembut surai panjang yuta, saling memberi kekuatan disaat salah satu dari mereka tengah lemah, serta saling berbagi rasa bersalah dan kesedihan...

"Semua ini terjadi karna kesalahan saya padamu... saya telah berdosa membuat dirimu tersiksa dengan membuatmu mengandung kedua anak saya... ini karma untuk saya yang brengsek dulu! Karma buruk itu kini harus diterima oleh anak-anak saya!!"

Winwin menggelengkan kepala, menolak penuturan yang yuta sampaikan padanya.

Winwin menangkup wajah yuta, menghapus jejak air mata yang mengalir pada rahang tegas laki-lakinya.

"Aku sudah memaafkan semua kesalahan tuan, semua ini terjadi bukan atas karma yang harus tuan terima. Ini terjadi karna takdir yang sudah digariskan oleh tuhan pada kita..."

Baby By Me ! | Yuwin Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang