Yuta tak tau takdir membawanya kepada renjun. Anak yang dirinya temukan berada di wilayah villa tempat menetap sementara yuta, renjun ditinggalkan begitu saja oleh orang tua kandungnya.
Awalnya yuta sama sekali tidak ingin renjun terus bersamanya...
Tawa nyaring terdengar dari mulut renjun, penyebab tawa nyaring itu adalah yuta. Yuta terus sibuk menggoda anaknya dengan membawa lari boneka moomin kesayangan renjun, sesekali yuta berpura-pura terjatuh yang akan membangkitkan tawa anaknya lebih kencang.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Yuta yang terjatuh membuat renjun langsung memeluknya dan merebut boneka moomin nya untuk dibawa berlari juga, sekarang gantian yuta yang mengejar renjun untuk mendapatkan boneka moominnya.
"Mau dibawa kemanaa injuniee....itu boneka punya papa!!" Yuta menampilkan ekspresi garang yang dibuat-buat, mirip seperti monster yang tengah mengejar musuhnya.
"No...no....papa....moomin... Njunn...." renjun sibuk memeluk erat bonekanya sambil berlari, takut jika boneka kesayangannya dibawa kabur lagi oleh papanya.
Bruk!
Renjun terjatuh terpeleset mainan yang berserakan dilantai, tangisan kencang nan menggelegar keluar dari mulut kecil anaknya.
"Maaf...maafkan papa nak, kau jadi terjatuh!" yuta langsung menghampiri anaknya untuk digendong, namun renjun tak kunjung terdiam.
Hyoyeon dan winwin yang ada diruang tamu menghampiri keduanya, mereka khawatir renjun kenapa-kenapa.
"Yuta!!! Kau apakan cucu eomma? Seharusnya kau berangkat kerja, bukan asik terus saja menggoda anakmu!" Hyoyeon mengambil renjun dalam gendongan yuta.
"Tuh...hiks...atuh" (jatuh) renjun mengadu pada neneknya.
"Jatuh? Aigoo.... dimana yang sakit?" Renjun menunjuk lututnya, Hyoyeon mengusap-usap lutut cucunya.
"Winwin eomma akan membawa cucu eomma untuk menemui ibu-ibu arisan hari ini boleh? Daripada yuta terus saja disini dan tak berangkat kerja, mau dikasih makan apa kalian semua!" Kedatangan ibu yuta itu memang hanya untuk menjemput renjun untuk dibawanya pergi, dirinya ingin pamer jika dirinya punya cucu yang cantik dan lucu seperti renjun.
Winwin hanya mengangguk, tak khawatir jika renjun dibawa oleh neneknya sendiri. Bahkan renjun terdiam saat ini digendong oleh neneknya.
"Boleh eomma jika renjun tak merepotkan eomma..."
"Eomma lelah melihatmu yuta, kau itu sudah menikah. Apa kau tak malu bersikap seperti anak-anak dihadapan winwin?" Yuta hanya tertunduk, tak berani membantah perkataan eommanya. Memang terkadang sifat kekanakan yuta muncul disaat-saat tertentu.
"Winwin, kau harus sabar menghadapi sikap yuta yang seperti ini..." sebelum hyoyeon meninggalkan keduanya, dirinya sempat menarik kuping yuta, membuat kuping yuta memerah. Dan itu membuat renjun tertawa lagi melihat papanya tersiksa oleh neneknya.
Yuta yang merasa disakiti langsung memeluk winwin, menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher istrinya. Winwin tertawa sejenak, dirinya mengusap-usap kepala dan juga kuping yuta. Yuta seolah mengadu kepada winwin karna disakiti oleh hyoyeon.