Yuta tak tau takdir membawanya kepada renjun. Anak yang dirinya temukan berada di wilayah villa tempat menetap sementara yuta, renjun ditinggalkan begitu saja oleh orang tua kandungnya.
Awalnya yuta sama sekali tidak ingin renjun terus bersamanya...
"Kau yakin dengan keputusanmu kali ini kim? Kau bisa membatalkan hal ini sebelum kau benar-benar masuk kedalam sana dan bertemu jaehyun!"
"Aku sudah mengurus ini lumayan lama yuta, tak mungkin aku menarik kembali keputusanku yang sudah bulat ini!" Hari ini doyoung ditemani yuta akan menyerahkan surat perceraian langsung kepada jaehyun.
Karna sudah 2 kali surat itu dikirimkan dirinya kepada jaehyun melalui kuasa hukum doyoung, tapi jaehyun selalu menolak surat yang harus dirinya tanda tangani.
Jadi untuk itu doyoung sendiri yang akan mengantarkan surat ini langsung kepada jaehyun. Untuk segera meresmikan perceraian mereka berdua.
Yuta mengantar doyoung untuk masuk kedalam kantor jaehyun, disana mereka dituntun menuju keruangan dimana jaehyun berada oleh sekretaris pribadi jaehyun.
"Tuan jaehyun ada didalam, saya sudah menyampaikan bahwasannya anda ingin bertemu dengan beliau hari ini." Sekretaris jaehyun membuka pintu akses menuju ruangan jaehyun.
Doyoung nampak masuk terlebih dahulu disusul yuta, setelah sekretaris jaehyun mengumumkan kedatangan keduanya pada jaehyun yang sibuk dengan tumpukan berkas dimejanya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Bunny!" Jaehyun berdiri sambil menghampiri doyoung yang masih berada diambang pintu.
Dirinya memeluk erat tubuh istrinya, menenggelamkan wajahnya pada perpotongan leher doyoung. Lagi dan lagi doyoung mendorong tubuh jaehyun untuk menjauh darinya.
"Aku tak ingin berlama-lama disini, segera tanda tangani surat perceraian ini dan aku akan segera pergi dari sini jae..." doyoung menahan sesak didadanya saat menyampaikan hal ini kepada jaehyun.
Doyoung melihat kondisi jaehyun yang tak terurus, wajahnya terlihat lelah kumis yang tumbuh pada wajah putih jaehyun tumbuh lumayan lebat. Biasanya doyoung akan mencukurnya jika sudah mulai tumbuh, tapi kini jaehyun membiarkan saja karna doyoung tak mengurusnya.
"Tidak bunny, aku tak ingin bercerai denganmu.... kumohon beri aku satu kali kesempatan untuk menebus dosaku padamu dan anak-anak kita!" doyoung tersenyum remeh saat jaehyun mengatakan hal itu dari mulutnya. Berbeda dengan jaehyun, dirinya sudah menangis saat ini.
"Kumohon berikan aku satu kali kesempatan itu...aku berjanji tak akan menyia-nyiakan dirimu dan anak-anak kita sayang...." jaehyun berlutut dihadapan doyoung, doyoung hanya mampu memalingkan wajahnya, tak mampu melihat wajah jaehyun yang pastinya akan membuat pendiriannya goyah.
"Dengar jae....aku tak akan pernah melarangmu untuk bertemu dengan kedua anakmu saat mereka sudah lahir nanti, tapi kumohon kepadamu... lepaskan aku.... lepaskan aku dari belenggu dirimu. Aku tak bisa terus seperti ini jae, aku tersiksa denganmu selama ini... kali ini berbeda jae, kau punya tanggungan lain selain diriku dan juga kedua anakmu... jungwoo lebih membutuhkan dirimu daripada aku..." bohong, dirinya juga membutuhkan jaehyun disampingnya. Tapi doyoung tak ingin ditemani oleh seseorang yang sudah membuat hatinya hancur selama ini.