Baby By Me !
LXV
Ringisan terus keluar dari mulutnya, tangan dan kakinya berusaha untuk tetap mengemudikan mobilnya dengan baik. Yuta berusaha menahan sakit yang dirinya rasakan, hanya suara dari pendingin didalam mobil menemani perjalanan sepinya membelah jalanan malam ini.
Yuta terus menelusuri jalan, berusaha mencapai ujung jalan didepan sana. Dimana bangunan tua itu terletak, tempat dimana diyakini anak-anaknya berada disana.
Hatinya terus saja cemas, takut shohei berbohong padanya. Yuta takut saat sampai disana anak-anaknya tak ada. Tapi yuta tetap berharap dan ingin berusaha menemukan anak-anaknya dengan petunjuk yang tak pasti.
Sekitar 100 meter dari pandangan, tepat didepan sana sudah terlihat tepian sungai. Disebelah kanan memang ada bangunan tua yang menjadi pembatas antara daratan dan juga air sungai itu.
Dengan cepat melangkah turun dari dalam mobil yang dikendarai, tak memedulikan mesin mobilnya yang masih menyala, yuta tetap masuk kedalam menerobos bangunan tua itu.
Sepertinya memang kawasan ini sudah lama ditinggalkan oleh para pemiliknya, dapat dilihat dari kondisi bangunan yang tua, usang dan tak terawat yang yuta lihat selama perjalanannya kemari.
Yuta masuk kedalam bangunan tanpa pintu itu, bermodalkan cahaya dari telepon pintarnya untuk tetap bisa melihat didalam kegelapan.
Dirinya menelusuri lantai 1, hampir seluruh ruangan dirinya sambangi tanpa terlewatkan sedikitpun. Tapi anak-anaknya tak ada disana, kini dilihatnya tangga didepan. Yuta berusaha menaiki anakan tangga satu persatu untuk mencapai lantai atas.
Mulutnya tak letih untuk terus memanggil dan meneriakkan nama kedua anaknya. Berharap kedua anaknya mendengar panggilannya.
"Renjun!... Jisung!.... Sayang!.... Kalian dimana??! Papa disini sayang, papa sudah datang untuk menjemput kalian!!"
"Kalian tak perlu takut lagi sayang!!! Papa ada disini untuk kalian.... Renjun!?? Jisung??!! Jika kalian mendengar suara papa, kalian bisa bertepuk tangan.... Agar papa tau kalian ada dimana!!"
Yuta terus menelusuri ruang demi ruang, tanpa memperdulikan dua luka yang bersarang ditubuhnya yang perih dan terus mengeluarkan darah segar.
Bahkan baju dan juga celana yang dipakainya, sudah basah karna darah yang terus mengucur dari sumber tusukan serta sayatan belati tajam shohei.....
Ctak! Ctak!
Samar-samar yuta mendengar suara ranting kayu yang dipatahkan. Dirinya mencari sumber suara itu dengan seksama, semakin dirinya maju suara itu makin terdengar dengan jelas.
Suara itu berasal dari salah satu ruangan disisi kirinya, yuta langsung berlari menuju pintu kayu yang tertutup itu.
"Sayang!!!! Jisung??!! Renjun??!! Kalian mendengar papa sayang...."
Terkunci....
Pintu itu terkunci, yuta terus berusaha menaik turunkan gagang pintu itu. Namun pintu itu tak kunjung terbuka, sepertinya ruangan itu sengaja dikunci.
Kini dirinya berusaha mendobrak pintu kayu itu, yuta menabrakkan badan pada kerasnya permukaan kayu. Tak memedulikan badannya yang kesakitan karna membuka paksa pintu itu.
Brak! Brak! Brak!
Pada percobaan ketiga, yuta berhasil membuat engsel pintu itu patah. Dan pintu dapat terbuka untuk dirinya masuk kedalam.
Betapa terkejut dirinya saat lampu itu menyorot kegelapan didepan, melihat kedua anaknya tergelatak tak berdaya dibawah lantai. Luka disekujur tubuh dan wajah mereka membuat yuta merasakan sakit, yuta ikut hancur melihat mereka yang tersiksa, terluka dan tak berdaya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby By Me ! | Yuwin
FanfictionYuta tak tau takdir membawanya kepada renjun. Anak yang dirinya temukan berada di wilayah villa tempat menetap sementara yuta, renjun ditinggalkan begitu saja oleh orang tua kandungnya. Awalnya yuta sama sekali tidak ingin renjun terus bersamanya...
