Baby By Me !
XLIX
Yuta memakirkan asal rolls royce droptailnya diantara koleksi mobil mewahnya yang lain, melempar kunci itu pada salah satu bodyguard untuk diparkirkan dengan benar.
Masuk kedalam mansion dan pergi menuju salah satu kamar. Tempat yang akan dirinya datangi pertama kali saat pergi untuk berangkat kerja dan kembalinya pulang dari kantor.
Yuta melepas jasnya serta menaruhnya asal pada meja rias disamping, menggulung kemejanya sampai siku. Dirinya berjalan menuju kursi yang ada didepan ranjang kemudian duduk, meraih tangan dingin seseorang yang selama 1 tahun ini hanya terbaring lemah.
Mencium punggung tangan pucat disertai memar keunguan dibeberapa bagian karna bekas pemasangan alat-alat medis untuk tetap menunjang kehidupannya.
"Beberapa hari lagi jisung akan berulang tahun sayang, apa kau tak ingin bangun dan ikut merayakan bersama saya dan juga anak-anak?" Yuta menyingkirkan rambut yang menutupi mata indah winwin yang terpejam.
Sebenarnya yuta tak tega untuk merayakan ulang tahun jisung disaat istrinya masih dalam keadaan terbaring lemah dan berjuang untuk hidupnya. Tapi mau bagaimana lagi? Yuta tak ingin jisung kehilangan momen disetiap hari lahirnya. Biarkan yuta yang menerima trauma dan konsekuensi yang diakibatkan oleh dirinya sendiri, anak-anaknya tak tau apapun tentang hal itu.
"Sekarang jisung sudah pintar mengoceh, terkadang saya bingung dengan celotehannya. Beruntung hyungnnya membantu menerjemahkan setiap kalimat yang dirinya ucapkan untuk saya." yuta terkekeh kecil, merasa lucu dengan tingkah kedua anaknya yang makin menggemaskan setiap harinya.
"Renjun sangat merindukanmu, kau tau setiap kali dirinya berkunjung kekamar ini dirinya akan selalu memelukmu erat dan mencium pipimu sayang, dirinya berharap dibalas pelukannya olehmu. Dia tumbuh menjadi anak yang pintar, baik dan juga cantik sama seperti dirimu!" Yuta terus mengajak winwin berbicara, walau dirinya tau tak akan ada sahutan dari orang yang dirinya ajak bicara.
Selama hampir 1 tahun ini winwin masih dalam keadaan koma, entah kapan akan bangun yuta juga tak tau. Hanya alat-alat medis menjadi penunjang winwin untuk tetap bertahan. Yuta menunggu keajaiban yang diberikan tuhan untuk kesembuhan dan kesadaran winwin.
"Saya akan selalu menunggumu untuk bangun sayang, saya tak akan pernah membiarkan dirimu untuk sendirian lagi dan merasa kesepian. Untuk itu kau harus semangat berjuang untuk sembuh, saya dan anak-anak menunggumu disini..." yuta mengecup beberapa kali dahi winwin, mengelap air matanya yang jatuh kepipi.
Rasanya masih sama menyiksanya, menunggu tanpa kepastian yuta nikmati setiap harinya. Hanya ada penyesalan yang selalu bersarang dihatinya, yuta tak mampu melakukan apapun untuk membuat kekasih hatinya bangun. Walau begitu, yuta berusaha kuat untuk anak-anaknya.
Terlebih renjun, yuta tau anak cantiknya itu kehilangan sosok ibu yang selalu ada untuknya setiap hari merawat dan menyayanginya. Yuta berusaha mengambil peran sebagai ayah dan juga ibu untuk kedua anaknya, tapi tetap saja renjun masih diliputi kesedihan setiap kali melihat winwin yang tak berdaya.
Dan juga bagaimana dirinya harus selalu melibatkan winwin dalam setiap pertumbuhan jisung walau istrinya itu terbaring lemah, itu bukanlah suatu hal yang mudah dilakukan. Tapi yuta memastikan jisung mengetahui dan menyanyangi ibu kandung yang tak pernah sekalipun merawat jisung sedari kecil sebelumnya.
Yuta rasa peran yang dimainkan dirinya juga tak cukup untuk membuat kedua anaknya tumbuh seperti anak-anak lain yang tumbuh bersama ibu mereka. Apalagi terkadang yuta sibuk dengan pekerjaannya, jadi waktu luangnya pun terkadang berkurang untuk kedua anaknya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby By Me ! | Yuwin
FanfictionYuta tak tau takdir membawanya kepada renjun. Anak yang dirinya temukan berada di wilayah villa tempat menetap sementara yuta, renjun ditinggalkan begitu saja oleh orang tua kandungnya. Awalnya yuta sama sekali tidak ingin renjun terus bersamanya...
