Baby By Me
XXIV
Sudah seminggu ini winwin tinggal dirumah yuta, seminggu juga ini winwin tak pernah bertemu dengan yuta karna kesibukkannya mengurus pekerjaan yang mengharuskan yuta untuk bepergian keluar kota.
Menurutnya percuma membiarkan dirinya tinggal dengan yuta disatu atap kalau yuta sendiri selalu pergi.
Seminggu ini pula winwin kembali uring-uringan, bayinya sangat menginginkan keberadaan yuta disampingnya.
Seperti saat ini, winwin tengah menyusui renjun sambil menangis. Sebenarnya tak ada hal spesifik yang membuat winwin menangis, hanya saja winwin ingin menangis. Winwin juga tak bisa mendeskripsikan perasaannya secara detail, karna winwin sendiri tak paham kenapa dirinya seperti ini.
Renjun mengenyot puting ibunya sambil memegang pipi winwin yang basah akan air mata. Renjun melepas kenyotannya dan beralih mengambil lap yang biasa winwin pakai untuk mengelap bibir renjun sehabis menyusui.
Dielap dengan kasar kedua pipi dan mata winwin yang basah akan air mata "ba...ba....nanis....no!" Dengan kosakata seadanya renjun menyuruh winwin untuk berhenti menangis. Diusianya yang baru jalan satu tahun lebih 1 bulan ini renjun sudah bisa berbicara walau seadanya.
Saat keduanya tengah berpelukan, pintu kamar terbuka lebar. Menampilkan yuta yang sepertinya sudah bebersih terlebih dahulu untuk menemui winwin dan juga renjun, yuta selalu memastikan hal itu agar baik winwin dan juga renjun selalu terjaga dari bakteri dan kuman-kuman yang dirinya bawa.
Winwin langsung berlari untuk memeluk yuta, renjun yang tak mau kalahpun turun dengan hati-hati dari ranjang dan berlari memeluk kaki jenjang yuta. Yuta sangat paham winwin seperti ini karna bawaan hamil, coba saja jika tak hamil. Untuk berpegang tangan kepadanya pun winwin sangat ketakutan.
Yuta tersenyum, merasakan kehangatan pelukan winwin dan juga renjun.
"Saya sudah disini, tak perlu menangis lagi dan jangan berlari! Terlalu berbahaya untuk kau dan juga bayimu! Injuniee juga tak boleh berlari ya nak!" yuta membalas pelukan winwin, cukup lama mereka berpelukan. Yuta melihat wajah winwin yang sembab, sesering itukah winwin menangis saat ditinggal oleh dirinya.
"Jangan....hiksss pergi terlalu lama...hiksss lagi"
"Tidak, saya tidak akan pergi terlalu lama lagi" yuta mengelus pipi tembam winwin yang merah padam. Wajah winwin yang seperti ini sangat mirip dengan renjun.
Sebisa mungkin yuta dapat mengimbangi sifat manja winwin kepada dirinya saat ini. Walau sebenarnya sedikit aneh membagi fokusnya kepada winwin.
Fokus yuta terbagi kepada renjun yang sedari tadi memanggil dirinya, yuta melepas pelukan winwin dan berjongkok untuk menggendong renjun. Sangat rindu kepada anak manisnya yang satu ini.
Yuta tak pernah melewatkan agenda mencium perut gendut renjun. Yuta membawa renjun untuk berputar sebentar, tawa nyaring keduanya membuat hati winwin menghangat. Berharap kehangatan yang yuta berikan tak pernah hilang untuk kedua anaknya.
Yuta tengah memperhatikan winwin yang memberi renjun asinya. Winwin tak risih saat yuta menyaksikan langsung bagaimana winwin menyusui renjun dari sumbernya. Bahkan yuta sudah pernah mencicipinya, jadi winwin rasa tak perlu canggung untuk hal-hal seperti ini.
"Besok saya akan menemanimu untuk check-up kandungan" yuta mengelus baby bump winwin. Dirinya tau dari taeyong bahwa winwin ada jadwal pemeriksaan kandungan.
"Tak perlu tuan, saya tau tuan punya banyak pekerjaan besok. Biar saya ditemani taeyong hyung atau eomma."
"Tidak, saya ingin melihat anak saya secara langsung. Jadi besok kau harus pergi dengan saya kedokter untuk melakukan check-up, lagipula besok jadwalnya renjun untuk imunisasi juga, saya tak ingin kau kelimpungan mengurus keduanya" yuta benar, pasti nanti saat imunisasi renjun akan menangis dengan sangat kencang. Dimana pasti renjun susah untuk ditenangkan oleh winwin sendirian, jadi tak ada salahnya yuta menemani dirinya kerumah sakit besok.
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby By Me ! | Yuwin
FanficYuta tak tau takdir membawanya kepada renjun. Anak yang dirinya temukan berada di wilayah villa tempat menetap sementara yuta, renjun ditinggalkan begitu saja oleh orang tua kandungnya. Awalnya yuta sama sekali tidak ingin renjun terus bersamanya...
