Defend

3.4K 279 5
                                        

Baby By Me !

VIII

Harapan selalu diiringi dengan doa, begitupun doyoung dirinya tengah berharap cemas menunggu hasil tespack yang dia pakai pagi ini. Berharap dengan beberapa tanda yang menunjukkan gejala khas orang yang sedang hamil dirinya akan segera mendapatkan hasil itu.

Entah kenapa beberapa minggu ini doyoung tak enak badan, dirinya juga kerap muntah disertai pusing. Doyoung menunggu dengan seksama garis merah muncul pada layar led kecil yang berada ditengah-tengah benda itu sambil menggigiti jarinya.

Nihil...

Hanya satu garis merah, lagi-lagi doyoung harus menelan kepahitan hidup ini. Memang manusia bisa berharap, tapi tuhan yang punya segala kehendak atas seisi dunia ini bukan?

Dengan berat hati dan mata yang berkaca-kaca doyoung berjalan keluar kamar mandi, dirinya langsung memeluk tegap tubuh suaminya yang setia menunggunya diluar, jaehyun menenangkan doyoung dengan usapan-usapan lembut sangat mengerti dengan keadaan yang selalu sama. Keadaan dimana kerap membuat doyoung sedih ketika mengetahui mereka gagal lagi untuk menjadi orang tua.

"Tidak apa-apa, kita akan coba lagi. Aku yakin jika tuhan sudah berkehendak, semua akan terjadi" jaehyun mencium pucuk kepala doyoung sayang.

"Tapi... sudah...hiks...hampir 2 tahun jae, kita belum dikarunia anak setelah keguguran waktu itu" doyoung menangis, merasa gagal menjadi istri untuk sang suami karna belum bisa memberikan keturunan.

Doyoung pernah hamil, tapi tuhan berkehendak lain. Doyoung keguguran saat usia kandungannya berjalan 3 bulan. Dimana doyoung terlalu memforsir tubuhnya karna mengikuti jadwal kerjaan yang memang harus dia penuhi sebelum mengambil cuti panjang dari dunia modelingnya.

Belum lagi dirinya mengalami tekanan batin dan stress yang berkepanjangan waktu itu.

"Tandanya tuhan ingin kita menikmati waktu berdua sebelum dirinya memberikan kita keturunan" jaehyun memegang tangan doyoung menciumnya dengan lembut dan tersenyum memberi semangat.

"aku akan sabar menunggu" lalu jaehyun mengusap wajah doyoung yang basah akibat air mata. Tak bohong jaehyun sebenarnya sedih, tapi mau bagaimana lagi. Dirinya satu-satunya sumber kekuatan doyoung dalam berfikir positif.

Doyoung mengangguk tanda mengerti, jaehyun kembali mencium pipi laki-laki yang amat sangat dirinya cintai.

"Apa ini karma jae karna aku meninggalkannya?" Doyoung menatap mata jaehyun yang hitam.

"Tidak, tak ada yang perlu disesali dan dicela. Semua sudah menjadi takdir tuhan. Kau dan aku bersatu atas takdir yang kuasa dan kita tak boleh menghakimi diri sendiri" jaehyun memeluk kembali doyoung, tak ingin laki-laki kelincinya menganggap semuanya adalah akibat dari kesalahan yang lalu.

YW

Pintu terus diketuk dari luar, tapi orang didalamnya tak kunjung menunjukkan diri untuk keluar. Winwin berdiam diri menangis disudut kasur, meratapi nasibnya yang benar-benar sial.

Dirinya dipertemukan oleh sumber traumanya. Yuta adalah orang yang membuat winwin harus melewati semua kesengsaraan ini.

Orang yang membuat kehidupan winwin kacau dan hancur dan membuat winwin harus menguburkan mimpinya dalam-dalam. Yuta yang membuat dirinya harus mengandung renjun, takdir benar-benar menyatukan mereka bertiga.

Baby By Me ! | Yuwin Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang