Constrained

2.7K 280 30
                                        

Baby By Me !

XXIX

Kai berlari menuju kamar anaknya saat mendengar tangisan renjun yang nyaring. Seperti yang diketahui, sudah 2 hari renjun dititipkan kepada taeyong dan kai untuk diurus oleh keduanya karna kondisi ibunya yang kurang stabil saat ini.

Kai mengangkat renjun dari kasur bayi mark, menepuk-nepuk punggung renjun sambil mengayun pelan renjun dalam gendongannya. Tapi nampak renjun tetap menangis dan tak mau diam. Mark yang tadinya tertidur ikut terbangun karna terganggu oleh tangisan nyaring adiknya, anak kecil yang 3 bulan lagi genap berumur 2 tahun itu menghampiri papinya yang tengah menggendong renjun.

"Papi njun cly?" Mark nampak bertanya sambil mengucek matanya yang gatal dan sedikit berair.

"Maafkan papi nak, kau jadi terbangun" Kai menggandeng mark dengan tangannya yang kosong, menuntun mark untuk kembali naik keranjang didepan, berniat untuk membuat mark kembali tidur.

"Apa kamu ingin minum susu? Biar papi buatkan" Dirinya menggeleng tanda dirinya tak ingin meminum susu saat ini. Biasanya dengan meminum susu hangat mark bisa kembali tertidur jika dirinya terbangun pada malam hari.

Mark yang sudah kembali naik kekasur tetap tak bisa tertidur. Dirinya mengamati papinya yang tengah menenangkan renjun. Adiknya terus menangis dalam pelukan papinya, kasihan mark melihat renjun selalu menangis.

"Papi....njun...cini!" mark menepuk-nepuk tempat disampingnya yang kosong. Menyuruh kai untuk menaruh renjun tepat disampingnya yang tertidur.

Kai menaruh renjun, mark yang memang peka terhadap keadaan disekitarnya memeluk renjun.

"Njun...cly...no...no...no!" mark memeluk renjun, mengusap pipi adiknya yang basah akan air mata. Tangisan adiknya sedikit mereda.

"Cup...cup...cup" mark mencium kedua pipi dan mulut renjun bergantian. Renjun yang tadinya menangis kencang, perlahan mulai tenang dalam pelukan mark.

Mark menepuk-nepuk pantat renjun pelan, dirinya sering melihat taeyong menenangkan renjun dengan cara seperti itu. Perlahan renjun kembali tidur, mark pun yang masih mengantuk ikut tertidur memeluk adiknya erat.

Kai lega, keduanya kembali terlelap. Dirinya menaikkan selimut agar keduanya tetap hangat dalam tidur mereka.

Y-W

Winwin bergerak gelisah menunggu disalah satu ruangan untuk bertemu dengan yuta. Rasa khawatir menyelimuti hatinya saat ini, bagaimana jika yuta benar-benar tak bisa bebas
dari dalam penjara? Winwin tak sanggup untuk melewati masa kehamilannya tanpa yuta yang menemaninya.

"Hyung...sebenarnya siapa yang melaporkan tuan yuta tentang hal ini? Bagaimana jika nanti tuan yuta tak bisa keluar dari sana? Aku tak ingin kedua anakku tak bisa melihat ayahnya dalam jangka waktu yang panjang" winwin benar-benar khawatir, taeyong yang ditanya tak mampu menjawab pertanyaan winwin. Lebih memilih memeluk yang muda agar bisa lebih sedikit tenang.

"Tuan, kumohon bantu tuan yuta untuk keluar dari dalam sini. Aku tak ingin hal ini dibesar-besarkan, akupun sudah ikhlas dengan semua hal yang terjadi kepadaku ini. Tak perlu lagi dipermasalahkan, tuan yuta memang salah. Akupun tak masalah jika tuan yuta hanya bertanggung jawab kepada anak-anaknya." Winwin memohon kepada leeteuk, matanya berlinang air mata. Seolah tak mendapat kepastian dari taeyong, dirinya beralih kepada ayah yuta. Berharap ayah yuta dapat membebaskan anaknya dari dalam penjara.

"Tenanglah....aku pastikan kau tak akan tersiksa lagi, jadi kumohon jangan menangis lagi. Air matamu sangat berharga, tak perlu menangisi anakku yang sifatnya seperti bajingan!"

Baby By Me ! | Yuwin Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang