Twin's

2.8K 240 32
                                        

Baby By Me !

XLV

Setelah beberapa jam disuntikkan cairan perangsang kontraksi, perlahan dirinya merasakan mulas yang teramat pada bagian perut dan juga tempat jalur bayi lahir.

Keringat bercucuran seiringan dengan rasa sakit yang teramat pada seluruh badannya. Ranjangnya bergerak menuju ruang persalinan.

"Yu..yuta...sa...sakit! Sakit sekali!!" Doyoung mencengkeram lengan yuta yang berada disamping untuk menemaninya berjuang didalam ruang persalinan.

"Sebentar kim, kumohon bertahan! Atur nafasmu dan jangan panik!" Yuta mengusap keringat yang bercucuran pada dahi doyoung dengan sapu tangan yang dirinya bawa.

"Bagaimana dok, apa bayinya sudah bisa keluar?" Yuta bertanya pada dokter yang baru masuk kedalam ruang persalinan. Nampak dokter itu mengecek bagian bawah doyoung.

"Sudah, pembukaannya kini cukup untuk jalan bayi keluar!" Dokter dan para perawat nampak bersiap untuk membantunya melakukan persalinan.

Doyoung nampak mengikuti intruksi dokter, menarik nafas dan membuangnya perlahan, doyoung mengejan berjuang mengeluarkan bayi pertamanya.

"Bagus...perlahan...tarik nafas, buang....coba lagi untuk mengejan!" Dokter kembali memberi intruksi dengan perlahan.

Badannya serasa remuk menjadi beberapa bagian saat mencoba mengeluarkan bayi yang ada diperutnya, rasanya benar-benar sakit saat ini.

"Ayo bayi pertama anda rambutnya sudah mulai terlihat, coba untuk mengejan lagi!" Dokter melihat helaian rambut yang mencuat keluar dari lubang lahir.

"Huh...hah...hiks...hah...akhhh!" Teriakan serta geraman yang berasal dari mulutnya beradu dengan suara alat-alat medis lainnya.

Doyoung mencoba dengan sekuat tenaga untuk mencoba mengeluarkan bayi yang ada didalam perutnya. Bagian bawahnya perih serasa diremas dengan erat, membuat rasa sakitnya menjadi berkali-kali lipat dirinya rasakan.

"Perlahan kim, kau pasti bisa!" Yuta senantiasa memegang tangan erat doyoung, mengelus kepala doyoung dengan lembut. Memberi dukungan untuk temannya.

"Hah....hah....huh....akh!!!...hah...akhhh!!!" Suara tangisan menggelegar kini terdengar dikuping orang-orang yang berada didalam ruangan itu, doyoung berhasil mengeluarkan anak pertamanya dalam kurun waktu 30 menit.

Nampak salah satu suster membawa bayi pertamanya menjauh untuk dibersihkan terlebih dahulu.

"Bagus kim, kau hebat! Kau pasti bisa mengeluarkan satu lagi bayimu!" Yuta tetap memberi kalimat penyemangat untuk doyoung.

"Ayo tuan, coba mengejan lagi! Tarik nafas, buang nafas!"

Tersisa satu nyawa lagi yang harus dirinya perjuangkan, doyoung tak boleh menyerah begitu saja.

"Yuta!...se...sak!" Selepas berhasil mengeluarkan bayi pertamanya, rasa sesak memenuhi dadanya. Dirinya tak bisa bernafas dengan benar, dadanya seperti ditekan sesuatu yang sangat berat.

"Dok! Pasien sesak nafas!" Yuta memberitahu dokter, salah satu perawat memakaikan ventilator untuk membantu menunjang pernafasannya yang lemah.

Tubuhnya lemas, serasa tak berdaya untuk kembali mengejan dan mengeluarkan bayi yang kedua. Doyoung menangis, merasakan bagaimana dirinya harus berjuang tanpa adanya jaehyun disisinya.

Rasanya doyoung ingin menyerah saja....

"Kim...sadar kim! Bagaimana ini dok? Pasien tak sadarkan diri!" Yuta melihat mata doyoung perlahan terlelap, dokter dan suster berusaha memanggil nama doyoung untuk tetap terjaga dari tidurnya.

Baby By Me ! | Yuwin Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang