Yuta tak tau takdir membawanya kepada renjun. Anak yang dirinya temukan berada di wilayah villa tempat menetap sementara yuta, renjun ditinggalkan begitu saja oleh orang tua kandungnya.
Awalnya yuta sama sekali tidak ingin renjun terus bersamanya...
Shohei memandang layar ponselnya, disana terdapat gambar kekasihnya yang tersenyum sangat cantik.
Saat mengingat kisah cintanya dengan jungwoo dirinya merasa sangat bersalah, perasaan itu selalu mengikuti dan menghantui shohei sampai saat ini.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Shohei merasa bersalah telah meninggalkan jungwoo yang waktu itu tengah mengandung bayinya, darah dagingnya sendiri.
Dirinya mencintai jungwoo waktu itu, tapi apakah hanya dengan cintanya jungwoo dapat bahagia??
Dia tak ingin jungwoo tak bahagia saat hidup bersamanya yang tak punya apapun.
Dirinya kadang bertanya-tanya bagaimana kabar jungwoo saat ini, bagaimana jadinya bayi yang tengah jungwoo kandung saat itu? Apakah sudah digugurkan, atau jungwoo pertahankan sampai saat ini?
Tapi dalam hati kecilnya, shohei berharap agar jungwoo memilih menggugurkan bayi itu...
Karna jungwoo berhak bahagia tanpa dibayangi terus-menerus dengan kehadiran anak yang bisa saja mengingatkan jungwoo terhadap dirinya.
Karna setelah meninggalkan jungwoo, shohei benar-benar memutus hubungannya sepihak. Tanpa peduli jungwoo merasakan patah hati yang sangat dalam saat mencintai dan ditinggalkan begitu saja olehnya.
Shohei menyimpan ponselnya begitu winwin menghampiri dirinya dan mengambil tempat disamping.
Shohei menyodorkan sebotol air pada winwin yang terengah karna habis jogging keliling taman kecil yang ada dihalaman belakang rumah.
"Istirahatlah, kau sudah berlari 5 putaran tadi..." shohei mengelap wajah winwin yang penuh peluh dengan handuk kecil. Menyelipkan rambut winwin yang sedikit lepek kebelakang telinga.
Shohei bersyukur, winwin hadir dikehidupannya. Karna semenjak dirinya mengenal winwin, dirinya bisa melupakan jungwoo walau belum sepenuhnya.
Jujur saja, shohei sangat menyukai semua hal tentang winwin. Shohei rela untuk mempertaruhkan segalanya untuk mendapatkan winwin, sekalipun yuta adalah lawannya.