Yuta tak tau takdir membawanya kepada renjun. Anak yang dirinya temukan berada di wilayah villa tempat menetap sementara yuta, renjun ditinggalkan begitu saja oleh orang tua kandungnya.
Awalnya yuta sama sekali tidak ingin renjun terus bersamanya...
Haechan bangun terlebih dahulu, dirinya duduk mencari keberadaan ten yang seharusnya berada disamping menemaninya tidur. Tapi nihil, hanya ada bayi lain disamping haechan yang tertidur. Haechan mengira bayi itu adalah boneka lily kesayangannya.
Rasa penasaran haechan membuat dirinya menghampiri renjun yang masih terlelap dalam tidur siangnya, lalu haechan memegang pipi tembam renjun. Tak hanya itu, dirinya juga mencubit pipi renjun dengan gemas. Mencari tau apakah ini adalah boneka bayi yang biasa dirinya mainkan atau bukan, secara melihat ukuran dan fisik renjun memang sedikit lebih kecil dari haechan sendiri.
Renjun yang dicubit dan selalu digoyangkan badannya, menangis. Awalnya hanya sesegukan, tetapi lama-kelamaan tangisan itu melengking membuat ten dan winwin yang sedang membuat jus untuk mereka berdua sedikit berlari menuju kamar.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Winwin langsung menggendong renjun, dan menyuguhinya puting agar renjun diam dan kembali tidur. Berbeda dengan haechan, ten melihat bayi beruangnya terduduk sambil menguap serta mengucek matanya lucu. Haechan seolah-olah nampak tak bersalah atas apa yang tadi dilakukannya kepada renjun.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Ten, kenapa tiba-tiba pipi renjunie-e memerah, apa dikamarmu ada nyamuk?" Winwin sedikit khawatir karna renjun sangat sensitive dengan gigitan nyamuk.
"Coba mana gw lihat sini!" Ten melihat pipi renjun, ada sedikit benjolan dan bekas kuku serta kemerahan pada pipi ponakannya.
"Maafin gw win, tapi sepertinya renjun menangis sebab dicubit oleh beruang kecil ini." Ten merasa bersalah melihat renjun terluka.
"Baby! Apa kamu yang mencubit pipi renjuni-ee?" Ten memangku anaknya, haechan hanya tertawa sebab dikira dirinya ten sedang mengajaknya bercanda.
"Renjuni-eee bukanlah baby lily yang bisa kau cubit seperti itu sayang!" ten sudah tau jika haechan sering kali mencubit bahkan menggigit boneka kesayangannya yang mirip bayi itu.
"Apa aku boleh minta salep pereda nyeri untuk renjun ten?" Ten mengambil salep khusus untuk luka bayi untuk dioleskan kepada renjun. winwin tak marah, lumrah saja dirinya menganggap haechan sedang berkenalan dengan renjun tapi dengan cara yang berbeda.