Baby By Me!
XXXI
"Menikah dengan tuan yuta?"
Winwin seolah bertanya, dirinya bingung dengan penuturan orang didepannya.
Dirinya baru saja pulang kerumah dari rumah sakit setelah 4 hari dirawat disana. Dan kabar mengejutkan datang untuk dirinya.
"Iya, yuta sudah berjanji kepadaku jika aku mencabut semua laporan kasusnya ini, dirinya bersedia menikahimu winwin" ayah yuta menyesap kopi pahitnya yang berada diatas meja.
"Ta...tapi aku dan tuan yuta sudah berjanji tak akan mencampuri urusan satu sama lain dimasa depan, selain yang berhubungan dengan anak-anak kami. Lagipula menikah bukan suatu hal yang mudah untukku dan tuan yuta nanti, kami tak saling mencintai bagaimana nantinya pernikahan itu berjalan otousan? " winwin memang disuruh memanggil leeteuk dengan tittle otousan.
Mau bagaimanapun leeteuk sudah menganggap winwin adalah menantunya.
"Aku tau pasti tak akan mudah untuk yuta, apalagi dirimu sendiri. Sudah banyak luka yang anakku perbuat untukmu. Tapi kumohon biarkan anakku bertanggung jawab penuh atas dirimu, atas luka-lukamu yang sudah digoreskan olehnya kepadamu. Aku ingin yuta bertanggung jawab sebagai seorang suami dan ayah yang baik untukmu dan anak-anakmu kelak dimasa depan. Dan mungkin benih-benih cinta perlahan mulai tumbuh saat kau menikah dan tinggal dengan dirinya."
"Tapi tuan yuta pasti akan menolak sama seperti diriku!"
"Tidak, yuta tidak akan pernah bisa menolak permintaanku yang satu ini! Ada banyak hal yang dia pertimbangkan untuk menolak semua ini." Leeteuk berbicara dengan percaya diri.
Mereka mencoba berdiskusi terlebih dahulu dengan winwin untuk hal ini, yuta hanya menyerahkan semuanya kepada kedua orang tuanya. Jika winwin menyetujui pernikahan mereka, yuta akan langsung menggelar pernikahan. Begitupun sebaliknya, jika winwin menolak yuta tak bisa apapun selain menghargai keputusan winwin.
"Tapi maaf otousan, aku benar-benar tak bisa menerima semua ini. Aku tak ingin lagi masuk lebih jauh dalam kehidupan tuan yuta, sudah cukup bagiku dirinya bertanggung jawab kepada kedua anaknya. Biar aku bertanggung jawab atas diriku sendiri, mungkin niat otousan ataupun eomma baik ingin membuat aku merasa dihargai dan dihormati dengan menikahiku dengan tuan yuta. Aku tak ingin jika nantinya aku menikah dengan tuan yuta, aku melukainya bahkan mungkin nantinya anak-anakku yang akan menjadi korban atas keegoisan orang-orang yang memaksakan kehendaknya"
Hyoyeon nampak menahan leeteuk yang akan berbicara lebih lanjut untuk menentang winwin. Kondisi winwin belum stabil, tak bisa dirinya menerima hal-hal yang membuat dirinya kembali stress.
"Lebih baik, sekarang kita semua hanya harus fokus kepada kehamilanmu dan juga pertumbuhan renjun yang masih dalam tahap emasnya untuk tumbuh. Mungkin perlahan semua akan membaik dan nantinya keputusan yang diambil oleh dirimu bisa berubah winwin, masih banyak waktu untuk memikirkan hal itu. Tak perlu menjadi beban untukmu, biarkan semua berjalan dengan semestinya semesta bekerja" hyoyeon memegang tangan winwin, memeluk tubuh submissive didepannya yang nampak lebih pucat dari beberapa hari kemarin.
Y-W
Orang yang lebih tua masih terus saja memberikan beberapa potong daging kepiring yang sedang dirinya gunakan.
"Sudah eomma, aku sudah kenyang. Jangan terus menambah dagingnya, lihatlah bahkan dipiringku masih banyak makanan yang tersisa." Mereka bertiga tengah menyantap sarapan pagi bersama-sama.
"Daging bagus untuk kedua bayimu sayang, lagipula beberapa hari ini kau terus mual dan selalu menyisakan banyak makanan. Inilah kesempatan untuk banyak memakan-makanan, karna pagi ini kau sama sekali tak mual!"
KAMU SEDANG MEMBACA
Baby By Me ! | Yuwin
FanfictionYuta tak tau takdir membawanya kepada renjun. Anak yang dirinya temukan berada di wilayah villa tempat menetap sementara yuta, renjun ditinggalkan begitu saja oleh orang tua kandungnya. Awalnya yuta sama sekali tidak ingin renjun terus bersamanya...
