Happy Reading
.
.
.
Malam itu, Jisoo baru saja menyelesaikan lembur di kantor. Jam menunjukkan pukul sepuluh malam saat ia memasuki gedung apartemen. Rasa lelah begitu menggelayuti tubuhnya, dan yang ia inginkan hanyalah pulang, mandi, lalu tidur. Namun, begitu pintu apartemen terbuka, ia disambut oleh pemandangan yang langsung merusak mood-nya.
Di ruang tamu, Jennie duduk di sofa bersama seorang pria yang tak asing bagi Jisoo—Mino. Mereka tampak begitu nyaman, tertawa bersama seakan dunia hanya milik mereka berdua. Mata Jisoo dengan cepat menangkap detail kecil yang membuat hatinya mencelos: Jennie tersenyum begitu lepas, dan Mino duduk sedikit lebih dekat dari yang seharusnya. Di meja juga ada dua gelas berisi wine yang isinya tinggal setengah.
Jisoo mendengus pelan, menutup pintu dengan sedikit lebih keras dari biasanya. Jennie, yang baru menyadari kehadirannya, langsung menoleh. "Oh? Jisoo-ya, kau sudah pulang?" tanyanya, masih dengan senyum yang belum benar-benar pudar dari wajahnya
Jisoo mengangguk singkat, lalu berjalan melewati mereka menuju dapur tanpa berkata apa-apa. Tangannya sibuk membuka kulkas, mengambil sebotol air dingin, tapi pikirannya masih tertuju pada Mino yang duduk di ruang tamu.
"Kau sudah makan?" Jennie bertanya lagi, suaranya lembut, tapi entah kenapa terdengar seperti gangguan di telinga Jisoo malam ini.
"Belum," jawab Jisoo singkat sebelum meneguk airnya
"Mau ku pesankan makanan? Hari ini aku tidak sempat memasak" tawar Jennie dengan senyum tulusnya.
Jisoo menutup botol dengan sedikit kasar. "Tidak perlu. Aku tidak lapar." Lalu matanya beralih ke Mino. "Sepertinya kau menikmati waktumu di sini."
Mino yang sejak tadi ikut tertawa bersama Jennie kini ikut menatap Jisoo. "Tentu saja. Sudah lama aku tidak bertemu dengan Jennie, jadi aku ingin menghabiskan waktu bersamanya."
Jisoo mendengus pelan, langkahnya berjalan mendekat. "Sudah cukup larut. Harusnya tamu tahu diri."
Jennie mengernyit mendengar nada tajam dalam suara Jisoo. "Dia bukan orang asing, Mino oppa hanya mampir sebentar."
"Sebentar? Ini sudah hampir tengah malam." Jisoo menyilangkan tangan di dada, ekspresinya tidak terbaca. "Apa kalian tidak sadar waktu?"
Mino tersenyum kecil. "Aku paham maksudmu, Jisoo-ssi. Aku akan pergi setelah ini."
"Tidak perlu aku antar?" Nada sarkas yang dilemparkan Jisoo membuat Jennie semakin kesal.
"Jisoo, kau kenapa sih? Kenapa kau jadi tidak sopan begitu?" Jennie menatap Jisoo tidak percaya. "Mino oppa tidak melakukan kesalahan apa pun."
Jisoo menghela napas panjang, menahan diri. "Lakukan sesukamu." Ia berbalik dan melangkah menuju kamarnya tanpa menoleh sedikit pun. Pintu kamar tertutup dengan sedikit bantingan, membuat Jennie menggigit bibir bawahnya kesal.
"Dia selalu seperti itu?" Mino bertanya hati-hati.
Jennie mengembuskan napas pelan. "Entahlah... Dia memang dingin, tapi malam ini dia lebih aneh dari biasanya. Dan maaf juga atas perlakuannya tadi"
Mino hanya mengangguk kecil, lalu menepuk pundak Jennie pelan. "Tak apa, santai saja. Kalau begitu, aku pulang dulu. Aku akan menghubungimu lagi nanti."
"Baik, hati-hati di jalan, oppa."
Setelah mengantar Mino keluar, Jennie berdiri di depan pintu kamar Jisoo. Menghela napas sebentar, lalu masuk. Jennie melihat Jisoo yang tengah duduk di depan meja kerjanya, wajahnya tidak terbaca
"Kenapa kau bersikap seperti itu?" tanya Jennie lagi, masih tak puas dengan jawaban Jisoo tadi.
"Seperti apa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
[Must Choose] || [Jensoo]
Hayran Kurgu⚠️ G×G Area 🚫 _____ "Sampai kapan kau akan tetap merahasiakan ini semua?" "Entahlah, aku tidak tahu" "Tapi kau harus memilih salah satu diantara mereka berdua!" "Apa salah jika aku ingin memiliki keduanya?" "Ck, kau sungguh gila Kim!" _____ 𝐖𝐚𝐫�...
![[Must Choose] || [Jensoo]](https://img.wattpad.com/cover/261126348-64-k409990.jpg)