30

370 73 17
                                        

Vote n follow me💥
.

Happy Reading
.
.

Jennie terbangun dengan tubuh yang masih terasa sedikit lelah, namun hatinya...

Hatinya terasa penuh.

Ia menoleh ke samping, dan di sanalah Jisoo—tertidur dengan ekspresi damai.

Jennie menatap wajah Jisoo cukup lama sebelum akhirnya tersenyum kecil.

Ia tahu.

Ia tahu jawabannya sekarang.

Jennie perlahan mendekat, lalu mengecup dahi Jisoo dengan lembut.

"Aku juga jatuh cinta padamu, Kim Jisoo," bisiknya.

Jisoo tidak langsung bereaksi, tapi sesaat kemudian, bibirnya melengkung membentuk senyuman.

Jennie tersentak. "Tunggu—kamu bangun?"

Jisoo membuka mata perlahan, menatap Jennie dengan ekspresi penuh kemenangan. "Jadi akhirnya kamu mengaku?"

Jennie langsung melempar bantal ke wajah Jisoo. "SIALAN! KENAPA KAMU HARUS BANGUN SEKARANG?"

Jisoo hanya tertawa, menangkap bantal itu dengan mudah. "Aku sudah menunggu ini sejak semalam."

Jennie menutup wajahnya dengan selimut, malu setengah mati.
.
.

Jennie masih meringkuk di balik selimut, berusaha menghilangkan rasa malunya. Namun tentu saja, Jisoo tidak akan membiarkannya begitu saja.

Jisoo berbaring miring, menatap Jennie dengan ekspresi puas. "Jadi..."

Jennie tetap diam.

"Jennie."

Masih diam.

Jisoo terkikik sebelum menarik ujung selimut, berusaha mengintip wajah Jennie yang masih bersembunyi. "Kamu malu, ya?"

Jennie langsung menarik selimut lebih erat. "Diam!"

"Tapi kenapa? Bukankah kamu sendiri yang bilang jatuh cinta padaku?" goda Jisoo lagi.

Jennie menggigit bibirnya. Kenapa sih Jisoo harus mengungkit itu sekarang?!

"Kalau kamu terus sembunyi, aku akan—"

"Akan apa?!" potong Jennie cepat.

Jisoo menyeringai sebelum tiba-tiba menarik selimut Jennie dengan cepat, membuat Jennie berteriak kecil.

"JISOO!!"

Jisoo tertawa puas. "Akhirnya aku bisa melihat wajahmu lagi."

Jennie langsung mengambil bantal lain dan melemparkannya ke Jisoo. Namun, sayangnya, refleks Jisoo terlalu cepat—dia dengan mudah menangkap bantal itu dan malah menarik Jennie ke dalam pelukannya.

"Kim Jisoo!"

"Hm?" Jisoo memiringkan kepala, pura-pura polos.

"Jangan ganggu aku!"

Jisoo malah memeluknya lebih erat. "Tapi aku suka mengganggumu."

Jennie mendengus frustrasi, tetapi jantungnya masih berdetak cepat karena mereka begitu dekat. "Astaga... aku menyesal jatuh cinta padamu."

Jisoo mengangkat alis. "Oh?"

Jennie membeku.

Sial.

Itu keluar begitu saja dari mulutnya.

Jisoo tersenyum penuh kemenangan. "Jadi kamu mengaku lagi?"

Jennie menutup wajahnya dengan tangan. "Lupakan!"

[Must Choose] || [Jensoo]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang